school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Keluh Kesah PKL Kota Probolinggo Hadapi Jam Malam

Pemberlakuan jam malam oleh Pemkot Probolinggo, menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha di kota setempat. Tak hanya pemilik usaha toko, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan saat malam hari juga mengeluh.

Sebab, omzet mereka turun drastis dibanding tanpa jam malam. Pedagang gorengan di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, Jamaludin, 48, mengaku tidak bisa leluasa berjualan sejak diberlakukannya jam malam.

Bahkan, omzetnya jauh menurun. “Sehari jualan tidak pernah dapat Rp 500 ribu. Gimana mau dapat hasil,” keluh warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, tersebut.

Jamal mengaku kesulitan untuk berdagang karena pembeli gorengan lebih banyak ketika malam. Sedangkan, ketika masih sore pembelinya jarang. “Kalau mau digeser jualan sore, yang beli sedikit. Ramainya itu saat malam hari, tapi kalau malam hari malah dibatasi,” keluhnya.

Sabtu (16/1) malam, Jamal berusaha tetap berjualan sampai di atas jam yang ditentukan Pemkot. Yakni, di atas pukul 20.00. Namun, dia menyiasatinya dengan mematikan lampu penerangan tempatnya berjualan.

“Kalau jam segini lampu saya matikan, tetapi banyak yang mengira tutup, padahal masih jualan meski lampu dimatikan. Akibatnya, omzet tidak pernah sampai Rp 500 ribu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Maliq, 35, pemilik warung makan di Jalan Cokroaminoto. Ia membuka warungnya sejak pukul 15.00 dan tutup tak jarang di atas pukul 20.00. Namun, ketika pukul 20.00, Maliq mematikan lampu di rombong jualannya. “Kalau pukul 20.00, kalau ada yang beli cuma bisa bungkus saja. Kalau sore masih bisa makan di tempat,” ujarnya.

Dengan adanya pembatasan jam malam ini, Maliq mengakui pendapatannya menurun. Pada situasi normal, dia biasa berjualan sampai pukul 21.00. “Akhirnya jualan dimajukan. Biasanya pukul 16.00, sekarang pukul 15.00. Tapi, tetap kerasa. Jualan makanan itu ramainya saat malam,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin tetap meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Ia juga menjanjikan, jika masyarakat patuh dan disiplin dengan protokol kesehatan, pembatasan jam malam akan dicabut.

“Jika masyarakat disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan, SE yang mengatur jam malam akan dicabut,” ujar Walikota Probolinggo Hadi Zainal.

 

Tim Satgas Kota Probolinggo tindak sembilan tempat usaha langgar jam malam

Tim Satgas Gabungan Penindakan Disiplin Protokol Kesehatan Kota Probolinggo, Jawa Timur, menindak sembilan tempat usaha yang tidak mematuhi jam malam yang sudah ditentukan sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo terkait pencegahan penyebaran COVID-19.

Dalam SE yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Probolinggo menyebutkan operasional pelaku usaha dibatasi mulai pukul 07.00 WIB sampai 20.00 WIB, kecuali apotik dan pelayanan kesehatan, sehingga pelaku usaha yang melanggar jam malam dikenai sanksi sesuai dengan perwali itu.

"Kami tidak tebang pilih, pelaku usaha yang besar atau kecil pun akan kami tindak sesuai dengan instruksi pemerintah, sehingga pelaku usaha harus mengatur secara operasional untuk menyikapi SE itu," kata Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi di Probolinggo, Rabu.

Terkait minimarket, lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen karena pantauan Satpol PP bahwa minimarket sudah mengunci pintu, tetapi lampu masih hidup dan tidak buka untuk pengunjung karena karyawan harus absensi pada pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB.

"Kami berharap semua pelaku usaha untuk mematuhi jam malam sesuai SE, karena kalau masyarakat kompak bersama-sama, maka kondisi Kota Probolinggo akan lebih baik lagi," tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat berperan aktif untuk melaporkan tempat usaha yang ramai di atas pukul 20.00 atau yang tidak disiplin protokol kesehatan dengan menghubungi call center 112, sehingga akan ditindaklanjuti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga 23 Desember 2020 tercatat sebanyak 1.249 orang, dengan rincian 230 orang menjalani perawatan, jumlah pasien yang sudah sembuh 930 orang, dan meninggal dunia 89 orang.

 

 

Terjaring Razia, 47 Warga Kota Probolinggo Swab di Tempat

Terjaring Razia, 47 Warga Kota Probolinggo Swab di Tempat       

Pemkot Probolinggo benar-benar menerapkan swab di tempat untuk warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes). Sabtu (19/12) malam, swab di tempat bagi warga yang tidak bermasker mulai dilakukan.

Swab di tempat itu didahului dengan operasi yustisi gabungan, sekitar pukul 20.00. Semua pihak dilibatkan di bawah koordinasi Satpol PP Kota Probolinggo. Bahkan, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainul Abidin ikut memantau operasi yustisi besar-besaran itu.

Operasi dipusatkan di bundaran Gladak Serang. Sasarannya tidak hanya warga yang tidak menggunakan masker. Namun, juga warga yang berkerumun dan melakukan konvoi.

“Kami tidak hanya menindak warga yang tidak bermasker. Tapi semua warga yang tidak patuh protokol kesehatan. Seperti berkerumun juga akan ditindak,” teriak  seorang petugas Satpol PP saat operasi.

Puluhan warga tidak bermasker yang melintas di Gladak Serang pun diamankan petugas. Mereka didata oleh petugas Satpol PP, lalu kartu identitas diri diamankan.

“Warga ini rata-rata sudah bawa masker, tapi tidak dipakai. Ada yang dipasang didagu. Ada yang disimpan di saku,” ujar Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi.

Setelah didata, mereka diberi masker oleh petugas. Kemudian, digiring untuk melakukan swab antigen di kantor Dispendukcapil Kota Probolinggo.

Sebelum tes swab antigen, mereka diminta mencuci tangan terlebih dahulu. Baru kemudian diarahkan pada dua petugas medis yang menggunakan Alat Pelndung Diri (APD) lengkap untuk diambil cairan hidungnya.

Wali Kota Habib Hadi –panggilan akrabnya- menjelaskan, operasi yustisi terus dilakukan secara rutin. Namun, faktanya di lapangan pasien positif Covid-19 terus bertambah jumlahnya.

Karena itulah, Pemkot Probolinggo akhirnya memperketat operasi yustisi. Warga yang terjaring melanggar prokes langsung diswab di tempat. Lokasi operasi dan swab di tempat dilakukan secara acak.

“Swab acak ini dilakukan karena masyarakat tidak terpengaruh dengan operasi yustisi yang biasa. Malam ini sekitar 40 orang tertangkap tidak pakai masker. Mereka semua diswab antigen,” ujarnya.

Berbeda dengan swab PCR yangembutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahu hasilnya, swab antigen lebih cepat. Hanya dalam waktu 15 menit sudah bisa diketahui hasilnya.

“Bagi yang sehat dan hasilnya negatif akan dipulangkan setelah mendapat imbauan. Untuk yang reaktif akan langsung dibawa untuk mendapat perawatan. Termasuk dikarantina,” ujarnya.

Untuk itu, petugas Satpol PP telah menyiapkan ambulans. Termasuk menyiapkan petugas pengawalan untuk membawa warga yang reaktif atau positif swab antigen.

Satpol PP Probolinggo Segel Arena Billiard Tak Berizin

Satpol PP Kota Probolinggo segel bangunan arena tempat bermain billiard lantaran tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebelumnya, Satpol PP sempat memperingatkan namun masih tetap beroperasi.

Penyegelan bangunan billiard pada Jumat, 27 November 2020 itu, berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Sekitar pukul 12.30, Satpol PP kota Probolinggo mendatangi Wijaya Pool & Cafe, tempat billiard tersebut.

Giat ini sebagai bentuk upaya penegakan Perda di Kota Probolinggo. Sebab, tempat billiard ini ijin IMB nya sampai saat ini belum ada, padahal sudah kita peringatkan tapi tetap beroperasi,”kata Kasat Pol PP Kota Probolinggo Agus Effendi pada NusaDaily.com.

Ia menyebut , upaya persuasif sudah dilakukan, bahkan sampai tiga kali. Hanya saja, pihak pengelola masih saja membuka fasilitas bermain billiard itu.

ika nantinya IMB itu sudah keluar, tentunya penyegelan ini kami buka. Setelah itu, kami persilahkan untuk tempat ini beroperasi kembali,”tambah Agus.

Pihaknya pun, meminta pada pengelola untuk segera menyelesaikan proses perizinan. Selama izin IMB belum ada, pihaknya akan tetap mengawasi.

 

Sementara itu, Manajer Wijaya Pool & Cafe, Sulistiyono, yang berada di lokasi menyebut kalau proses perizinan IMB terus dilakukan. Pihaknya menyadari, jika izin itu memang belum turun.

Kami menyadari IMB nya belum turun, ya mau bagaimana lagi. Tapi kita lakukan terus agar IMB itu cepat keluar,”ucap Sulis.

Lanjutnya, perizinan itu memang belum keluar karena ada beberapa kendala. Ada beberapa yang harus dilengkapi dan belum selesai.

Termasuk soal warga, kami juga harus mengumpulkan warga di setiap RT. Namun kami akan terus lakukan supaya ini bisa benar-benar selesai

Rumah Baru Di Kota Probolinggo Ludes Terbakar

Rumah Baru Di Kota Probolinggo Ludes Terbakar

Probolinggo – Rumah baru di Jalan Supriyadi, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, milik pasutri Ahmad Faisal dan Vera terbakar, beruntung pemilik rumah bisa selamat dari kobaran api. Selasa (24/11/2020).
Api diduga dari konsleting listrik, dan banyaknya barang mudah terbakar, membuat api membakar hampir 50 persen bangunan rumah yang baru di bangun, kejadian kebakaran terjadi pukul 17:30 WIB.
Beruntung 2 kendaraan Damkar dari Pemerintah Kota Probolinggo, segera datang untuk memadamkam api, petugas PMK (Pemadam Kebakaran) berjibaku untuk memadamkan api, dan api baru bisa dipadamkan oleh petugas Damkar butuh waktu 1 jam
Petugas Damkar dan warga juga membantu mengeluarkan barang dan harta benda milik korban dari dalam rumah.
Menurut Abdullah, Kepala Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, diduga api dari arus pendek listrik, 2 tim Damkar dan 2 mobil Damkar kita kerahkan untuk memadamkan api, yang terbakar 3 kamar beserta isinya, dan dapur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.
“2 tim dan 2 mobil Damkar kita kerahkan dalam kebakaran rumah baru ini, butuh sekitar 1 jam petugas Damkar memadamkan api, yang terbakar 3 kamar dan isi di dalamnya dan dapur, dugaan sementara api dari arus pendek listrik, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini” ujar Abdullah saat dihubungi.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian korban ditaksir mencapai 200 juta, dan jalan Supriyadi mengalami kemacetan, dan petugas langsung melakukan penutupan jalan Supriyadi.

 

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)