school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Jualan di Trotoar dan Picu Kemacetan, Satpol PP Kota Probolinggo Tertibkan PKL

Jualan di Trotoar dan Picu Kemacetan, Satpol PP Kota Probolinggo Tertibkan PKL 

Satpol PP Kota Probolinggo, Jatim, menertibkan Pedagang Kaki Lima atau PKL di ruas Jalan HOS Cokroaminoto, kota setempat, Selasa (17/5/2022). 

salah-satu-PKL-di-obrak-oleh-satpol.jpg

Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang Jalan HOS Cokroamioto dan Jalan Suroyo, sedikitnya ada 20 PKL yang terjaring penertiban. 

"Ini kita lakukan karena memang banyak keluhan warga yang merasa risih dengan adanya PKL liar yang berjualan di trotoar," kata Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman. 

Aman menyatakan, penertiban dilakukan agar fasilitas umum ini tidak beralih fungsi dan berguna sebagaimana mestinya. 

Aman melanjutkan, tak hanya mengganggu hak pejalan kaki, PKL juga kerap menjadi pemicu kemacetan kendaraan yang melintas. Ini karena dengan adanya mereka berjualan di pinggi jalan, tak sedikit kendaraan pembeli, parkir di sisi jalan dan semakin mempersempit jalan raya. 

"Ini juga merupakan salah satu upaya penegakan perda dan peraturan pelaksanaan, penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Kualitas personil satpol pp ini harus lebih ditingkatkan," ucap Aman. 

Sebelum ditertibkan Satpol PP Kota ProbolinggoPKL di jalan HOS Cokroaminoto ini sempat menjadi perbincangan ketika rapat Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Wali Kota di Gedung DPRD Kota Probolinggo.

 

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal bekerja, kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Pahlawan gang 11 No.26, Kelurahan Trisnonegaran, Kota Probolinggo, Kamis 12 Mei 2022,  sekitar pukul 16.42 WIB.
 
Warga sekitar yang melihat kobaran api dapur rumah itu, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
 
Namun, tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) datang ke lokasi untuk memadamkan api.
 
Dapur rumah yang terbakar itu, milik warga bernama Muktinigtyas.
 
Rima (37) keponakan dari Muktiningtyas tidak tahu persis peristiwa itu.
 
 
Namun, dia mengatakan putra dari bibinya tersebut usai membakar kayu dari dalam dapur..
 
“Padahal udah disiram pada saat ditinggal kerja, tapi kok tiba-tiba kayu kering dan mengeluarkan api terus membesar dan naik ke atas,” terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman menduga, penyebab kebakaran berasal dari tungku atau tumang.
 
"Dugaan (Kebakaran) dari tungku,"jelasnya.
 
Dalam peristiwa ini masih katanya, tidak ada korban jiwa.
Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Guna memantau kondisi ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadan, Satpol PP Kota Probolinggo terus menggencarkan operasi pekat (penyakit masyarakat) di wilayahnya, Sabtu (9/4) malam. Di minggu pertama Ramadan ini, Satpol PP panen belasan pelanggar. 

Dimulai sekira pukul 20.00 usai salat Tarawih, personel Satpol PP mulai bergerak ke sejumlah sasaran. Diantaranya rel Mangunharjo, rel Penangan, Dam Wiroborang, Stadion Bayuangga, patung sapi Sumber Taman dan sebuah rumah kos di kawasan Pilang Permai.   

“Suasana Ramadan ya, jadi kita ingin masyarakat beribadah dengan tenang. Dan juga kita ingin mengetahui apakah di bulan Ramadan banyak aktivitas ga, ternyata kita temukan di lapangan ternyata hasilnya lumayan. Cukup banyak yang kita bina, ada juga yg mabuk di beberapa lokasi,” jelas Kepala Satpol PP Aman Suryaman tentang giat operasi pekat di bulan Ramadan ini. 

Dari sejumlah lokasi, Satpol PP mengamankan dua remaja sedang pacaran di sekitar rel Mangunharjo. Masih di lokasi yang sama, juga dijadikan tempat minum minuman keras (miras) oleh 6 pemuda yang berusia kisaran 18 tahun hingga 24 tahun.

Dan yang paling mengejutkan, di bulan Ramadan ini justru banyak ditemukan PSK (Pekerja Seks Komersial) yang sedang mangkal. Di sekitar rel Mangunharjo didapati dua PSK, berinisial R (40 tahun) dan S (60 tahun). Sementara di rel Penangan, 7 PSK berhasil digiring petugas ke kantor Satpol PP. 

7 PSK tersebut adalah K (38 tahun), D (49 tahun), T (46 tahun), M (38 tahun), Y (29 tahun), S (47 tahun) dan N (64 tahun). Operasi pekat malam itu berhasil menemukan 17 pelanggar. Dengan rincian, 2 remaja pacaran; 9 PSK dan 6 pemuda mabuk-mabukan. 

Aman menambahkan, setelah diamankan di kantor Satpol PP, pelanggar Perda nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat itu didata lalu wajib menulis surat pernyataan pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum. Untuk pemuda yang minum miras diberi sanksi push up, senam ringan, menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan membaca Pancasila. 

“Kemudian kami lakukan pembinaan dan memanggil orangtua masing-masing untuk menjemput, tentunya dibuktikan dengan menunjukkan identitas. Untuk PSK yang terjadi diberikan pembinaan dan teguran tertulis,” tegas Aman yang ditemui disela giat operasi.

Melihat masih banyaknya pelaku pelanggaran operasi pekat ini, Aman mengimbau masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas yang menganggu ketertiban dan ketentraman umum. 

“Operasi ini kami laksanakan secara rutin, saya mohon masyarakat dapat memberikan informasi kepada kami jika ada aktivitas yang menganggu ketertiban umum. Dengan informasi yang disampaikan, kita sama-sama bersinergi menjaga Kota Probolinggo,” tutur alumnus STPDN ini.

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo terus mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi munculnya pengemis musiman saat bulan Ramadan.Tiap hari, petugas menyisir sejumlah lokasi yang biasa jadi tempat mangkal pengemis.

Kabid Trantibhum Satpol PP Kota Probolinggo, Eko Candra mengatakan lokasi yang jadi titik fokus patroli antara lain, Perempatan Brak Kecamatan Kanigaran, Perempatan Flora, dan Perempatan King Kecamatan Mayangan.

Perempatan tersebut merupakan tempat strategis bagi para pengemis dalam mendulang pundi-pundi uang.

"Kami sudah menyiagakan petugas di perempatan itu. Kami juga melakukan patroli rutin sebanyak tiga kali dalam sehari. Yakni, pada pagi, malam, dan dini hari," katanya, Selasa (5/4/2022).

Jumlah pengemis diprediksi akan kian meningkat saat Ramadan maupun Idul Fitri mendatang.

Para pengemis yang berlabuh di jalanan Kota Probolinggo didominasi oleh wajah lama yang kerap terjaring operasi sebelumnya.

"Mereka yang terjaring akan diberikan pembinaan. Nantinya, mereka akan diberdayakan pula di shelter salah satu yayasan di Probolinggo agar dapat mencari sumber penghasilan lain. Beberapa dari mereka memang masih ada yang masih tetap nekat kembali ke Kota Probolinggo untuk mengemis," paparnya.

Di samping itu, sepanjang Maret 2022, Eko menyebut, pihaknya telah menjaring puluhan pengemis dan gelandangan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Mereka kebanyakan merupakan emak-emak yang berasal dari luar kota dan berusia antara 40-50 tahun.

"Penindakan ini sebagai langkah penegakan Perda Kota Probolinggo Nomor 6 Tahun 2021 Tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum)," pungkasnya.

 
Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Jelang bulan suci Ramadan 1443 H, Satpol PP Kota Probolinggo gelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Minggu (27/3) malam. Operasi pekat yang dilakukan dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan Satpol PP Provinsi Jatim, menyasar sejumlah pertokoan, hotel atau penginapan dan kos-kosan di wilayah Kota Probolinggo.

Kabid Trantibum Satpol PP Provinsi Jatim Hanis yang memimpin langsung operasi malam itu mengatakan, operasi pekat dilakukan untuk menegakkan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan trantibum dan Perda Kota Probolinggo Nomor 3 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, serta menjaga kondusivitas ketentraman dan ketertiban menjelang bulan suci ramadhan.

Dari kegiatan ini ditemukan 3 pelanggaran penjualan minuman beralkohol (miras) tanpa izin dari toko yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto dengan temuan 114 botol arak bali dan 34 botol miras, dan toko di Jalan Ikan Paus Mayangan sebanyak 391 botol miras berbagai merk dan jenis. “Tidak hanya itu, kami juga menyasar 4 hotel dan berhasil mengamankan 2 pasangan bukan suami istri yang mengaku sedang transit dari perjalanan luar kota,” kata Hanis.

Selanjutnya, barang bukti pelanggaran minuman beralkohol akan disita dan dilakukan persidangan tipiring di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo yang berlangsung hari ini (28/3). Sedangkan untuk pelanggaran asusila dilakukan pembinaan oleh Satpol PP setempat.

“Operasi ini akan kami laksanakan kembali, lebih kami intensifkan di jelang dan saat Ramadan nanti. Supaya masyarakat tidak resah dengan gangguan penyakit masyarakat,” imbuh Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)