school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Ditinggal Takziyah, Rumah Dilalap Si Jago Merah

Ditinggal Takziyah, Rumah Dilalap Si Jago Merah

Rumah milik Senito, warga Jl. Ikan Tongkol, Gang Susu 2, Kelurahan / Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dilalap si jago merah, Selasa (27/7/21). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Saudara korban, Zaina (25) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Musibah itu diketahui saat asap pekat muncul dari dalam rumah.

Warga sekitar lantas melakukan pengecekan. Hasilnya, diketahui ada kobaran api pada bagian belakang rumah permanen itu.

Saat melihat asap dan api, keluarga dan warga kemudian mendobrak pintu karena pada saat itu rumah dalam keadaan kosong, di tinggal takziah oleh pemiliknya,” kata Zaina.

Tak lama kemudian,.2 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tiba di lokasi usai mendapat laporan dari warga. Petugas dibantu warga lantas melakukan pemadaman api.

Saat petugas Damkar datang, bagian belakang dan sebagian ruang tengah sudah terbakar. Namun tak sampai 30 menit, amukan api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain.

“Penyebab kebakaran bekum diketahui mas. Beruntung pemadam kebakaran cepat datang sehingga api tak sampai merembet ke rumah lain,” imbuh Zaina.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan, sebelum penghuni rumah keluar untuk takziah dan sebagiannya berangkat kerja, ada salah satu anggota keluarga yang sempat memanaskan air. Fatalnya, ia diduga lupa mematikan api kompor.

Kita menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Namun tak sampai satu jam api sudah berhasil dipadamkan dengan satu unit mobil damkar saja,” terang Aman.

Muspika Wonoasih Probolinggo bersama Sat Pol PP Gelar Penertiban PPKM Darurat

Muspika Wonoasih Probolinggo bersama Sat Pol PP Gelar Penertiban PPKM Darurat

Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 yang terus naik, hari ini operasi penertiban PPKM Darurat diwilayah Kecamatan Wonoasih terus ditingkatkan. Kegiatan penertiban PPKM Darurat ini dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polsek Wonoasih, Koramil 0820/ 02 Wonoasih dan Sat Pol PP Kecamatan.

Sasaran kegiatan penertiban ditujukan pada kawasan pertokoan, cafe, warkop lesehan, tempat angkringan juga tempat wisata. Hal ini dilakukan karena Kota Probolinggo dalam setiap harinya kasus Covid-19 terus naik, maka perlu dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat khususnya di Wilayah Kecamatan Wonoasih, Minggu (04/07).

Kapolsek Wonoasih, Kompol H Kuzaini, mengatakan jika pihaknya baru saja tengah menerima petunjuk teknis dan melakukan kordinasi.

Kota Probolinggo diminta untuk menerapkan sesuai dengan prinsip pemerintah pusat. Sebab Kota Probolinggo masuk dalam skala level (assement) tiga,” ungkapnya kepada awak media.

Sehingga pengetatan aktivitas tidak jauh beda dengan draf yang ada di Pemerintahan Pusat salah satunya adalah penerapan WFH (Wrok From Home) seratus persen.

Salah satunya WFH 100 persen untuk sektor non essensial, dan 50 persen untuk sektor essensial. WFH ini bukan diterapkan untuk layanan umum, jadi rumah sakit tetap jalan,” imbuhnya.

Selain melakukan penertiban PPKM Darurat, anggota Babhinkamtibmas Polsek Wonoasih meneruskan himbauan yang telah disampaikan oleh Kapolsek terkait dengan penerapan PPKM Darurat agar segera disosialisasikan kepada masyarakat terutama para pelaku usaha guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Wonoasih khususnya.

Sekedar diketahui cakupan pengetatan aktivitas pada draf PPKM Darurat ada beberapa point seperti WFH 100 persen bagi sektor non essensial. Kedua kegiatan belajar mengajar secara online atau daring.

Untuk sektor essential diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan Prokes ketat dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimum staf WFO dengan Prokes ketat.

Cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Kemudian cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.





Satpol PP Kota Probolinggo Bersihkan Baliho Kadaluarsa

Satpol PP Kota Probolinggo Bersihkan

Baliho Kadaluarsa

 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo kembali melaksanakan penertiban dengan menyasar baliho, spanduk dan nanner usang di beberapa sudut kota, Kamis (24/06) tadi. Kegiatan itu, menyasar beberapa kawasan seperti Pertigaan Gatot Subroto serta Jalan Protokol atau utama.

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil ditertibkan puluhan baliho, spanduk dan bannner yang terpasang dan diduga melanggar atau menyalahi aturan. Selain itu, juga masa berlakunya sudah habis alias kadaluarsa.

 

Kasat Pol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penertiban ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Satpol PP Kota Probolinggo. Dimana, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. “Penertiban ini harus dilaksanakan untuk menjaga keindahan dan kebersihan Kota Probolinggo,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Aman mengatakan, baliho-baliho yang ditertibkan adalah baliho yang sudah lewat masa izinnya. Tidak hanya itu pihaknya juga menertibkan baliho dan spanduk yang sudah rusak namun tidak dicabut oleh pemiliknya. Sebelum penertiban dilakukan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama elemen masyarakat untuk bersama menurunkan baliho yang masa berlakunya sudah habis.

Sementara itu Plt. Kasi Ops Dal. Satpol PP, Ariston, mengatakan sasaranya adalah baliho, spanduk dan banner yang telah usang, rusak, kadaluwarsa serta melanggar aturan, hal inilah membuat jalan perkotaan terlihat tidak indah, dan merusak pemandangan kota.

 

“Penurunan baliho tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar Kota Probolinggo bersih dan asri, Kami akan melanjutkan penurunan baliho menyasar ruas jalan di Kota Probolinggo hingga wajah perkotaan terlihat bersih dan nyaman,” ujar Ariston.





 

 





Anak Jalanan Ini Nangis Saat Diamankan, Satpol PP Duga Minum Pil Koplo

Anak Jalanan Ini Nangis Saat Diamankan, Satpol PP Duga Minum Pil Koplo

Anak-anak jalanan di Kota Probolinggo mengamuk dan mengancam pedagang Pasar Gotong Royong. Salah satu dari mereka diamankan.

Satpol PP Kota Probolinggo bergerak cepat setelah ada laporan dari pedagang. Namun sayang, kedatangan petugas diketahui anak-anak jalanan dan anak punk yang bikin onar tersebut.

Sehingga petugas hanya bisa mengamankan seorang anak jalanan yang merupakan remaja perempuan. Namun saat diamankan hingga dibawa ke kantor Satpol PP, anak jalanan itu terus menangis. Remaja perempuan ini bernama Nadia, warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

"Ada laporan dari masyarakat melalui call center 112, ada anak jalanan ngamuk dan mengancam pedagang Pasar Gotong Royong. Kita bersama anggota Satpol PP lainnya, langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan anak jalanan," ujar petugas Tindak Internal Satpol PP Kota Probolinggo, Sanusi, Senin (21/6/2021).

"Saat dibawa menangis, sepertinya tidak sadar karena pengaruh pil koplo," imbuhnya.

Menurut Sanusi, pihaknya akan sering melakukan razia anak jalanan dan anak punk yang meresahkan masyarakat. Anak jalanan yang diamankan dibawa ke shelter Dinas Sosial Pemerintah Kota Probolinggo. Ia akan diberi pembinaan.

"Di pasar-pasar dan di jalanan. Karena keberadaan anak jalanan dan anak punk sudah semakin banyak, dan banyak tinggal di pasar-pasar ini. Sudah meresahkan warga," tambah Sanusi.

Razia Gabungan Cegah Covid, Pelanggar Prokes Langsung Diswab di Tempat

Razia Gabungan Cegah Covid, Pelanggar Prokes Langsung Diswab di Tempat

Operasi skala besar patroli protokol kesehatan (prokes) di wilayah Kota Probolinggo terus digencarkan oleh petugas gabungan. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19.

Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (19/6) malam. Patroli itu diikuti TNI, Polri dan unsur pemerintah seperti Satpol PP, Damkar, Dishub, Dinkes dan BPBD.

“Seperti agenda sebelumnya, operasi skala besar ini sasarannya untuk penertiban prokes pada kafe dan rumah makan. Serta, pembubaran kerumunan. Kemudian penertiban pelanggar ketentraman, ketertiban umum,” tutur Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

Operasi yang dilaksanakan mulai pukul 19.00 itu menyusuri Jalan Dr Saleh, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo, seputar Alun-alun, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto dan Bunderan Gladak Serang.

Saat di Jalan Dr Saleh, di sebuah kafe, petugas menemukan dua orang pelanggar prokes kemudian dilakukan swab di lokasi. Kemudian ada empat pelanggar prokes di sekitar pujasera Glaser yang juga di-swab.

“Enam orang langsung kami swab antigen dengan hasil negatif. Karena hasilnya negatif, petugas memberikan pembinaan dan edukasi mengenai prokes. Ya harapannya supaya masyarakat lebih aware bahwa Covid 19 ini masih ada. Bahkan, di Kota Probolinggo kasus pasien aktif Covid 19 terus meningkat dua hari terakhir,” ujar Aman.

Selain edukasi dan sosialisasi, lanjut Aman, pihaknya bersama petugas gabungan juga membagikan masker kepada masyarakat. Usai patroli, beberapa jam kemudian Satpol PP mendapatkan laporan dari masyarakat, di DAM RT 6 RW 3 (Bendungan Wiroborang) banyak anak muda bergerombol minum-minuman keras dan meresahkan masyarakat.

“Bersama jajaran samping, kami melakukan patroli di lokasi tersebut dan memang ada segerombolan anak muda yang kami bubarkan. Ada satu orang warga dari luar kota yang dibawa ke polsek karena kendaraannya tidak sesuai spefisikasi dan tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan,” beber mantan Kepala Diskominfo ini.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes P2KB Kota Probolinggo, kenaikan kasus aktif COVID 19 dimulai sejak 14 Juni lalu. Hampir setiap hari ada 2 orang terkonfirmasi virus ini. Puncaknya, pada 18 Juni lalu peningkatan tajam terjadi. Sebanyak 14 orang terpapar COVID 19, kemudian 19 Juni bertambah 8 orang.

Minggu ini (20/6) tidak terjadi penambahan kasus aktif. Kini total kasus konfirmasi di Kota Probolinggo mencapai 2.214 orang, 2.019 sembuh dan 158 meninggal dunia.

Dalam seruannya, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengingatkan masyarakat untuk disiplin dan taat prokes.  “Jumlah kasus COVID 19 di Kota Probolinggo kembali bertambah. Masyarakat kembali saya ingatkan untuk disiplin protokol kesehatan. Virus semakin cepat bermutasi dan menyebar. Dan, tolong jujur dengan kondisi kesehatan untuk melindungi orang lain di sekitar kita,” tegas Habib Hadi, yang berharap masyarakat yang belum mendapat vaksin bisa segera ke puskesmas. 

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)