school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Satpol PP Ciduk ODGJ yang Ngamuk Pukuli Bibi

Satpol PP Ciduk ODGJ yang Ngamuk Pukuli Bibi

Petugas Satpol PP Kota Probolinggo mengamankan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), Senin (14/6) siang. ODGJ pria bernama Memet tersebut diamankan lantaran memukul bibinya, Erna.

Peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Priksaan, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Tidak jelas apa yang membuat ODGJ asal Kelurahhan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok itu mengamuk kepada bibinya.

Warga sekitar melihat tiba-tiba saja Memet memukuli bibinya bertubi-tubi hingga jatuh pingsan. Aksi main pukul itu baru terhenti setelah warga sekitar berhasil menyergap Memet.  Selanjutnya, Memet diamankan ke markas Satpol PP di Jalan Raya Panglima Sudirman, dengan tangan diikat ke belakang.

“Tadi waktu kita tiba di lokasi, tangannya sudah terikat. Warga yang mengikat. Kita dilapori warga kalau ada orang ngamuk,” ujar salah seorang petugas Satpol PP.

Sudiono, ketua RT 3 – RW 2 Kebonsari Wetan mengaku saat dirinya tiba di lokasi kejadian, Memet sudah diamankan warga. Menurut Sudiono, Memet biasanya meludahi orang yang berusaha mendekat. “Dia sering ngamuk. Biasanya bawa senjata tajam. Tadi tidak bawa sajam,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Aman Suryaman membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pria ODGJ. Memet diamankan karena mengamuk dan melakukan kekerasan terhadap warga. “Ya, dia melakukan kekerasan terhadap warga. Kita dilapori warga, terus meluncur ke TKP. Ternyata laporannya benar,” katanya.

Setelah didata, selanjutnya yang bersangkutan akan dibawa ke shelter milik Dinas Sosial di Jalan Mastrip. Nantinya di Shelter itu Memet akan mendapat pemeriksaan kesehatan dan pembinaan. “Kami (Satpol PP, red) hanya punya tugas mengamankan. Kalau di shelter kan ditangani orang yang ahli,” kata Aman.

Aman menambahkan, pihaknya baru kali ini mengamankan Memet. “Baru pertama kali kami mengamankan Memet. Kalau Dinsos atau OPD lain sudah pernah, kami tidak tahu. Tadi di lokasi kejadian ada keluarga Memet dan istrinya,” ujar Aman.

Satpol PP Probolinggo Perketat Pengawasan Prokes di Pasar Tugu

Satpol PP Probolinggo Perketat Pengawasan Prokes di Pasar Tugu

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo mengoptimalkan pengawasan kepatuhan protokol kesehatan di kawasan Pasar Tugu (Sabtu – Minggu) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan puluhan personel bersiaga dibeberapa titik.

“Kami antisipasi potensi penyebaran Covid-19 dari adanya banyaknya pengunjung di lokasi. Fokus pengawasan kepada penerapan ketentuan prokes dan pengendalian ketertiban umum,” katanya, Senin (14/06).

Aman juga menjelaskan pengawasan oleh personel Satpol PP di lapangan bersama personel dari TNI-Polri. Secara teknis, personel meminimalisasi dan menertibkan segala bentuk pelanggaran prokes dan ketertiban umum.


Personel Satpol PP juga memberikan imbauan melalui pengeras suara untuk mengingatkan prokes kepada para pengunjung untuk tertib dengan menjalan 5 M. Sementara petugas lainnya membantu melakukan penjagaan dan pembatasan akses keluar masuk area pasar,” ujar Aman.


Jaga Kebersihan Kota, Satpol PP Tertibkan PKL di Atas Trotoar

Jaga Kebersihan Kota, Satpol PP Tertibkan PKL di Atas Trotoar

Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di tengah pandemi Covid-19. Satpol PP Kota Probolinggo tertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas badan jalan atau trotoar di beberapa titik di Kota Probolinggo, Sabtu (05/06).

Kasatpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman, mengatakan penertiban yang dilakukan menyasar PKL  di perempatan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

 

“PKL ini ditertibkan karena berjualan di atas trotoar dan badan jalan. Selain itu mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, dimana dalam Perda tersebut ditentukan bahwa dilarang berjualan di atas trotoar, badan jalan dan bantaran sungai,” ungkap Aman.

 

Tidak hanya itu, menurutnya keberadaan lapak PKL di atas trotoar juga sangat mengganggu pejalan kaki, maupun menganggu ketertiban lalu lintas.

“Demi menciptakan Kota Probolinggo yang nyaman dan bersih, pihaknya berharap agar PKL mengikuti aturan yang berlaku dan ikut serta menjaga kebersihan Kota,” ujarnya.

Supaya pelanggaran tidak terulang pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap PKL. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 keamanan dan kenyaman harus diciptakan. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi  terjadinya klaster baru, yakni dari PKL itu sendiri.

 

Mengingat PKL yang sering melanggar adalah PKL yang menggunakan rombong dimana cara berjualannya berpindah pindah tempat. Menurutnya kemungkinan besar penularan Covid-19 bisa saja terjadi, karena orang yang positif Covid-19 tidak bisa dilihat secara kasat mata. “Kami akan terus melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar yang merupakan fasilitas umum,” tegasnya.

Sebelum melakukan penertiban itu, pihaknya telah memberikan teguran peringatan namun masih ada pedagang yang membandel atau melakukan pelanggaran seperti saat ini. Dalam aksi penertiban ini. Dalam kesempatan ini pihaknya juga mengharapkan para PKL agar disiplin diri mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker.





Gelar Operasi Non Yustisi SATPOL PP kota probolinggo berhasil jaring anjal yg meresahkan

Gelar Operasi Non Yustisi SATPOL PP kota probolinggo berhasil jaring anjal yg meresahkan

Guna terciptanya satu wilayah yang cenderung kondusif dengan berbagai aspek yang ditimbulkannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Probolinggo secara berkesinambungan melakukan berbagai kegiatan operasi yang mengarah pada pemberian rasa aman dan nyaman pada warga diwilayah kota berjuluk kota Mangga ini.

Seperti yang dilakukan oleh satuan ini dengan kegiatan melakukan operasi non yustisi pada para anak jalanan (Anjal) yang selama ini terdapat dibeberapa titik lampu merah perempatan didalam kota Probolinggo, Jumat (28/5).
Operasi penertiban Anjal ini dilakukan di simpang empat Brak kelurahan Tisnonegaran dan sekitar simpang tiga pertokoan Kings Jalan Panglima Sudirman serta di perempatan Randupangger.

Dalam operasi tersebut, satuan polisi pamong praja ini menurunkan sejumlah personilnya yang selain mengenakan pakaian dinas lapangan( PDL) juga menggunakan pakaian preman, sehingga kehadiran satuan penegak perda ini tidak terdeteksi oleh anak jalanan yang biasa mangkal dan meminta-minta di area tersebut.

Kepala Satpol PP kota Probolinggo, Aman Suryaman AP, MM saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut mengatakan bahwa penertiban ini merupakan rutinitas satuannya.

“Selain penertiban pedagang kaki lima, pencopotan banner liar, juga kami sering menjaring anjal yang berkeliaran di lampu-lampu merah, kegiatan ini merupakan program rutin yang secara berkala dilakukan, terlebih terkait anjal banyaknya keluhan dari warga terkait makin banyaknya anak jalanan yang berada di perlintasan traffic Light yang terkadang melakukan tindakan tidak terpuji meminta uang dan rokok dengan paksa pada pengguna jalan dan ini sudah sangat meresahkan” Ujarnya kepada wartawan berita patroli.

Operasi penertiban anjal ini berhasil menjaring sejumlah anak jalanan yang kerap mengamen di lokasi lampu merah brak dan ditempat ini, anggota Satpol PP menjaring dua anak jalanan warga kota probolinggo.

Kemudian diperempatan king satuan ini hanya mendapati dua anjal yang biasanya ada puluhan anjal mangkal disana. Lalu satuan polisi pamong praja ini kembali menyisir di perempatan lampu merah randu pangger dan mengamankan enam orang pengamen dan anjal. Selanjutnya mereka diangkut menggunakan kendaraan operasional Satpol PP dan dibawa ke Mako Pol PP. “Terhadap anak jalanan ini, kita lakukan pendataan, pembinaan dan selanjutnya kita serahkan ke shelter Dinas sosial” pungkas Aman Suryaman.

Wali Kota: Orangtua Harus Ikut Mengawasi Kegiatan Anak

Wali Kota: Orangtua Harus Ikut Mengawasi Kegiatan Anak

Pemberantasan penyakit masyarakat di wilayah Kota Probolinggo menjadi perhatian serius Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin di masa kepemimpinannya. Pemuda mabuk-mabukan hingga PSK pun tak luput dari operasi yang digelar Satpol PP secara dadakan di momen tertentu.

Seperti yang digelar Sabtu (22/5) malam, Satpol PP kerja bareng Dinkes P2KB setempat mengadakan operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dimulai pukul 19.00 hingga jelang dini hari.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Dalam beberapa jam, Satpol PP berhasil mengamankan 54 pemuda mabuk-mabukan di sejumlah lokasi di Kota Probolinggo. Seperti di kawasan Kecamatan Mayangan, GOR A Yani, Pasar Gotong Royong dan Klenteng.

“Mereka bukan hanya warga Kota Probolinggo saja, banyak juga warga Kabupaten Probolinggo. Kami juga mengamankan 3 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan seorang pelanggan di Pasar Mangunharjo. Malam ini (22/5) kami berhasil mengamankan 58 orang pelanggar,” tegas Kepala Satpol PP Aman Suryaman.

Kepada empat pelanggar prostitusi, lanjut Aman, pihaknya telah melakukan tes kesehatan berupa tes swab antigen yang hasilnya semua negatif. “Dinkes melakukan tes HIV/ADIS namun hasilnya masih dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut. Nantinya, tindak lanjut akan ditangani tim Dinkes,” terang mantan Kepala Diskominfo ini.

Wali Kota Habib Hadi yang mendengar banyaknya yang tertangkap dalam operasi pekat begitu menyayangkan masih banyak masyarakat yang melakukan hal mudhorot. Ia selalu bertanya-tanya kenapa banyak pemuda yang memilih menghabiskan waktu dengan menenggak miras yang dampaknya dikhawatirkan jadi penyebab tindakan kriminalitas.

“Kami berkomitmen akan terus memberantas penyakit masyarakat khususnya di wilayah Kota Probolinggo. Kalau masih ada, kami razia. Masih ada lagi, kami razia lagi. Pembinaan dengan mendatangkan orangtua masing-masing, kami harap menjadi efek jera, tapi orangtua dan keluarga harus ikut mengawasi kegiatan anak-anaknya,” ujar Habib Hadi.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgRENCANA STRATEGIS.jpgLKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)