school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Razia Tempat Kos, Satpol PP Amankan 3 Pasangan Muda-Mudi dan Waria

Razia Tempat Kos, Satpol PP Amankan 3 Pasangan Muda-Mudi dan Waria

 Bagi masyarakat di Kota Probolinggo yang menganggu ketertiban umum atau melanggar peraturan daerah (perda) nampaknya harus ekstra hati-hati. Sebab, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat tidak akan segan mengamankan mereka yang terbukti melakukan pelanggaran. 

Ini terbukti pada Sabtu (2/5) malam, Satpol PP dibawah pimpinan Aman Suryaman tiba-tiba menggelar operasi pekat bersama Trantib Kecamatan Kanigaran dan Linmas Kelurahan. Kali ini sasarannya adalah rumah pemondokan atau tempat kos di wilayah Kecamatan Kanigaran dan tempat mangkal waria di Pasar Mangunharjo.

Kepala Satpol PP Aman Suryaman menjelaskan, dari 12 lokasi rumah pemondokan atau tempat kos, petugas berhasil mengamankan 3 pasang (enam orang) muda-mudi yang sedang berduaan di dalam kamar.

Mereka adalah DP warga Kebonsari Kulon, OF warga Mangunharjo, Rg warga Jalan Mastrip, BV warga Dringu, AM warga Rogojampi Banyuwangi dan S dari Lumajang. Untuk pendataan administrasi dan diberikan pembinaan, mereka dibawa ke Markas Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman.

”Tidak cukup sampai pembinaan saja, kami merekomendasikan kecamatan memanggil pemilik kos untuk dimintai keterangan. Pemilik kos juga punya tanggung jawab untuk membatasi atau tata tertib dalam berkunjung,” tegas Aman.

”Kami mengimbau pemilik kos untuk tidak mengulang kesalahan yang sama, apabila kedapatan terjadi lagi maka akan dilakukan peninjauan ulang izinnya. Itu yang ingin kami pertegas,” sambungnya.

Satpol PP juga memanggil keluarga enam muda mudi yang terjaring untuk dilakukan pembinaan bersama petugas. “Kami edukasi bersama-sama, membantu membina supaya jadi lebih baik. Dan, dalam operasi pekat kami bersinergi dengan kecamatan setempat,” imbuh Aman lagi.

Operasi pekat yang dimulai pukul 22.00 juga menyisir kawasan timur Pasar Mangunharjo. Tiga orang waria yang kedapatan mangkal meski saat ini bulan Ramadan. Tanpa perlawanan, MA, St dan Si pun dibawa ke Mako.

“Di bulan Ramadan kami tetap melakukan kegiatan operasi ini karena kami ingin seluruh masyarakat sadar dan menghormati bulan suci agar lebih khusyu beribadah,” terang pria yang hobi menyanyi ini.

Dua ekor monyet belakangan ini berkeliaran di sekitar RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Monyet tersebut masih dalam pengejaran dan pencarian petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) dan Satpol PP.  Namun, hingga Selasa (27/4) keberadaan monyet yang dimaksud belum diketahui. Sebab, saat petugas Damkar dan Satpol PP mendatangi lokasi, si monyet tidak menampakkan diri alias bersembunyi. Walau begitu, petugas akan tetap mencari keberadaan monyet tersebut.  Sempat dua kali petugas menjumpai sang monyet, namun tidak berhasil menangkapnya. Sebab, monyet tersebut berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap. “Tadi petugas ke lokasi. Tetapi monyetnya tidak ada,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Probolinggo  Aman Suryaman, Selasa (27/4) siang.  Aman berharap bisa segera menangkap monyet yang dimaksud, agar tidak meresahkan warga dan pengunjung RSUD. Ia juga mengaku tidak tahu asal dan pemilik kera tersebut.   “Kami belum tahu dari mana dan siapa pemiliknya. Kami tetap berusaha, semoga segera tertangkap,” ujarnya.  Sementara, Mat, seorang tukang becak yang nyanggong di Jl Kartini di belakang RSUD,  membenarkan adanya dua ekor kera tersebut. Ia hampir setiap hari pagi dan sore melihat kera yang salah satunya ekor panjang tersebut berkeliaran.  Menurutnya, kera itu biasanya berlama-lama di pohon mangga di utara Jalan Kartini. Tepatnya di dekat Instalasi Rehabilitasi Medis (Fisioterapi) dan Rekam Medik. Terkadang berpindah tempat hingga masuk ke area RSUD sisi belakang dengan melewati kabel telepon. “Katanya kalau malam ada yang melihat di ruang poli. RSUD depan,” kata Mat saat ikut mencari keberadaan kera tersebut siang kemarin.  Menurutnya, monyet itu sudah lebih seminggu berkeliaran di seputaran Jalan Kartini. Warga sekitar tidak resah dengan keberadaan dua ekor kera itu. “Ya, karena tidak mengganggu. Enggak, tidak galak,” katanya.  Hal senada disampaikan salah seorang anggota polisi yang rumahnya di utara kantor Fisioterapi. Ia sering melihat monyet tersebut bergelantungan di kabel telepon pinggir jalan, depan rumahnya. “Enggak mengganggu kok. Kalau sekarang tidak ada. Enggak tahu sembunyi ke mana,” katanya.

Monyet Berkeliaran di RSUD Kota Probolinggo

Dua ekor monyet belakangan ini berkeliaran di sekitar RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Monyet tersebut masih dalam pengejaran dan pencarian petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) dan Satpol PP.

Namun, hingga Selasa (27/4) keberadaan monyet yang dimaksud belum diketahui. Sebab, saat petugas Damkar dan Satpol PP mendatangi lokasi, si monyet tidak menampakkan diri alias bersembunyi. Walau begitu, petugas akan tetap mencari keberadaan monyet tersebut.

Sempat dua kali petugas menjumpai sang monyet, namun tidak berhasil menangkapnya. Sebab, monyet tersebut berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap. “Tadi petugas ke lokasi. Tetapi monyetnya tidak ada,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Probolinggo  Aman Suryaman, Selasa (27/4) siang.

Aman berharap bisa segera menangkap monyet yang dimaksud, agar tidak meresahkan warga dan pengunjung RSUD. Ia juga mengaku tidak tahu asal dan pemilik kera tersebut.   “Kami belum tahu dari mana dan siapa pemiliknya. Kami tetap berusaha, semoga segera tertangkap,” ujarnya.

Sementara, Mat, seorang tukang becak yang nyanggong di Jl Kartini di belakang RSUD,  membenarkan adanya dua ekor kera tersebut. Ia hampir setiap hari pagi dan sore melihat kera yang salah satunya ekor panjang tersebut berkeliaran.

Menurutnya, kera itu biasanya berlama-lama di pohon mangga di utara Jalan Kartini. Tepatnya di dekat Instalasi Rehabilitasi Medis (Fisioterapi) dan Rekam Medik. Terkadang berpindah tempat hingga masuk ke area RSUD sisi belakang dengan melewati kabel telepon. “Katanya kalau malam ada yang melihat di ruang poli. RSUD depan,” kata Mat saat ikut mencari keberadaan kera tersebut siang kemarin.

Menurutnya, monyet itu sudah lebih seminggu berkeliaran di seputaran Jalan Kartini. Warga sekitar tidak resah dengan keberadaan dua ekor kera itu. “Ya, karena tidak mengganggu. Enggak, tidak galak,” katanya.

Hal senada disampaikan salah seorang anggota polisi yang rumahnya di utara kantor Fisioterapi. Ia sering melihat monyet tersebut bergelantungan di kabel telepon pinggir jalan, depan rumahnya. “Enggak mengganggu kok. Kalau sekarang tidak ada. Enggak tahu sembunyi ke mana,” katanya.

32 Orang Terjaring Operasi Pekat di Probolinggo

32 Orang Terjaring Operasi Pekat di Probolinggo

Di bulan Ramadhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo kembali gencar menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Sebanyak 32 orang terjaring Operasi Pekat yang digelar di sejumlah tempat di Kota Probolinggo, pada Sabtu, 24 April 2021 pukul 20.00 WIB.

Mereka dinilai melanggar ketentraman dan ketertiban umum sehingga terkena Operasi Pekat. “Kami akan terus melakukan Operasi Pekat agar Kota Probolinggo kondusif. Apalagi sekarang bulan Ramadan,” kata Kepala Dinas Satpol PP, Linmas, dan Damkar, Aman Suryaman, Minggu, 25 April 2021.

 

Diharapkan semua pihak mau menghargai bulan suci Ramadhan. Sehingga tidak ada lagi kegiatan yang bisa mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

Aman menambahkan, sebanyak 32 orang ini terjaring Operasi Pekat di delapan lokasi terpisah. Paling banyak adalah 25 orang yang dipergoki sedang menenggak minuman keras (miras). Antara lain di Penangan dua orang, kawasan rel kereta api (KA) Kelurahan Mangunharjo 10 orang, Stadion Bayuangga lima orang, JLU Mayangan dua orang, dan di Jalan dr Mohamad Saleh enam orang.

Selain itu di kawasan Penangan, petugas juga mengamankan dua pekerja seks komersial (PSK). Kemudian dua pemandu lagu diamankan di warung di Kelurahan Triwung Kidul dan tiga pengamen jalanan di Randu Pangger.

“Melalui Operasi Pekat diharapkan memberikan efek jera bagi mereka yang terjaring operasi,” ujar mantan Kadisinfokom itu.

Yang jelas, 32 orang ini didata dan diberikan pembinaan di kantor Dinas Satpol PP, Linmas, dan Damkar. Jika mereka masih mengulangi perbuatannya, Pemkot Probolinggo akan mempidanakan mereka dengan tindak pidana ringan (Tipiring).

Bukan sekali ini saja, “polisi pemkot” itu menggelar razia. Sepekan sebelumnya, Minggu, 18 April 2021, Satpol PP juga menggelar Operasi Pekat yang menyasar warung remang-remang di Kota Probolinggo.

Hasilnya, sebanyak delapan pemandu lagu terjaring operasi di sejumlah tempat. Di Kademangan, sebanyak tiga pemandu lagu terjaring. Kemudian tiga pemandu lagi diamankan di dua lagi di warung di Triwung Kidul. Terakhir, dua pemandu lagu di warung kopi di Kareng Lor juga diamankan.

Menertibkan Masyarakat Agar Lebih Paham dan Sadar Akan Pemakaian Masker di Kota Probolinggo

Menertibkan Masyarakat Agar Lebih Paham dan Sadar Akan Pemakaian Masker di Kota Probolinggo

Masker menjadi benda yang penting dimasa pandemi Covid-19. Jika sebelum pandemi orang yang memakai masker adalah mereka yang sedang sakit flu, berada di ruang operasi, atau pengendara sepeda motor, kini semua orang wajib pakai masker setiap orang keluar rumah. Manusia adalah media pengantar virus ini. Dengan begitu, setiap orang harus mawas diri dan perlu kebersamaan mencegah penyebaran Covid-19. "Masalahnya orang tanpa gejala atau OTG yang cepat atau lambat berpotensi menularkan ke orang di sekelilingnya. Sebab itu, langkah paling mudah untuk memutus mata rantai penularan ini adalah dengan #PakaiMasker.

Sebagai data Satpol PP dari seluruh razia yang dilakukan selama tahun 2020, menunjukkan jumlah masyarakat yang melanggar protokol kesehatan sangat tinggi yakni sebanyak 2.908 orang.Sedangkan data Satpol PP dari seluruh razia yang dilakukan selama bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020, sangat jelas menunjukkan jumlah pelanggar protokol kesehatan begitu pesat meningkat. Sehingga kami selaku aparat Penegak Perda Kota Probolinggo sangat merasa perihatin dengan kondisi pelanggar protokol kesehatan saat ini.

Berdasarkan kondisi di atas maka masalah utama terkait pelanggar protokol kesehatan yang perlu dan harus segera dilakukan adalah Petugas akan menahan KTP dan pelakunya diberi sanksi sosial, dan pelanggar juga ada yang mendapat sanksi teguran tertulis hingga denda administratif.

Razia Warung di Kecamatan Kademangan, Ciduk 8 Purel

Razia Warung di Kecamatan Kademangan, Ciduk 8 Purel

Ramadan tak membuat sejumlah warung remang-remang di Kota Probolinggo tutup. Sejumlah warung tetap buka. Bahkan juga terdapat pemandu lagu alias purel.

Hal itu terungkap saat Satpol PP Kota Probolinggo menggelar razia, Sabtu malam hingga Minggu dinihari (18/4). Delapan purel diciduk dalam razia penyakit masyarakat itu.

“Ya, betul, berdasarkan info yang kami terima dari masyarakat ada beberapa warung remang-remang yang dianggap meresahkan. Maka, kami pun meluncur ke lokasi dan mendapati 8 pemandu lagu di dalam warung,” ujar Kepala Satpol PP Aman Suryaman.

Warung remang-remang yang menjadi sasaran pertama adalah sebuah warung di Kademangan. Petugas mengamankan 3 orang pemandu lagu di warung itu. Purel itu berasal dari Sumur Mati, Jrebeng Lor dan Pohsangit.

Selanjutnya, razia dilanjutkan di dua warung di Triwung Kidul. Di 2 lokasi itu, petugas mengamankan 3 purel. Mereka dari Bondowoso, Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

Razia lantas dilanjut ke warung di Kareng lor. Di lokasi itu, 2 purel diamankan. Mereka dari Mayangan dan Jember. Aman Suryaman menjelaskan, pemilik warung maupun pemandu lagu mendapat tindakan tegas.

Mereka dibawa ke Mako Satpol PP lantas mendapat pembinaan. Mereka juga membuat surat pernyataan. Khusus bagi pemilik warung tidak diperbolehkan mengulangi aktivitas karaoke.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi kepada kami. Tentu saja, kami tidak bisa bekerja sendiri. Informasi dari masyarakat kami perlukan juga untuk menciptakan ketertiban umum di Kota Probolinggo,” ujar mantan kepala Diskominfo itu. “Pastinya mereka melanggar jam malam, menganggu ketentraman dan ketertiban, dan menyediakan pemandu lagu,” tegasnya.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgRENCANA STRATEGIS.jpgLKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)