school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PROBOLINGGO LAKUKAN OPERASI PEKAT DI BULAN RAMADHAN

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PROBOLINGGO LAKUKAN OPERASI PEKAT DI BULAN RAMADHAN

Dalam rangka menciptakan ketertiban umum khususnya di bulan suci Ramadan di wilayah Kota Probolinggo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat menggelar operasi pekat di warung remang-remang, Sabtu (17/4) mulai pukul 21.00 hingga 02.00 dini hari.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, personil Satpol PP menyusuri beberapa lokasi yang menjadi target. Hasilnya, 8 orang pemandu lagu berhasil diamankan dalam kegiatan yang diawali dengan apel tersebut.
“Ya, betul, berdasarkan info yang kami terima dari masyarakat ada beberapa warung remang-remang yang dianggap meresahkan. Maka kami pun meluncur ke lokasi dan mendapati 8 pemandu lagu di dalam warung,” ujar Kepala Satpol PP Aman Suryaman.

Warung remang-remang yang menjadi sasaran adalah sebuah warung di Kademangan, petugas mengamankan 3 orang pemandu lagu yang berasal dari Sumur Mati, Jrebeng Lor dan Pohsangit. Kemudian dua warung di Triwung Kidul, diamankan 3 orang pemandu lagu berasal dari Bondowoso, Tegal Siwalan dan Lumajang.
Tak berhenti di tiga warung saja, petugas penegak perda itu lalu bergeser ke warkop di Kareng Lor, diamankan 2 orang pemandu lagu berasal dari Mayangan dan Jember.
Kepala Satpol PP Aman Suryaman menjelaskan pemilik warung dan pemandu lagu langsung dilakukan pendataan, pembinaan dan pengarahan. Mereka juga membuat surat pernyataan, khusus bagi pemilik warung tidak diperbolehkan mengulangi aktivitas karaoke.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi kepada kami. Tentu saja, kami tidak bisa bekerja sendiri. Informasi dari masyarakat kami perlukan juga untuk menciptakan ketertiban umum di Kota Probolinggo,” ujar alumnus STPDN itu. Selain itu, mantan Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo ini juga mengungkapkan mereka yang kena operasi pekat melakukan pelanggaran. “Pastinya mereka melanggar jam malam, menganggu ketentraman dan ketertiban, dan menyediakan pemandu lagu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengapresiasi dan mendukung operasi pekat yang dilaksanakan oleh Satpol PP. “Pelaksanaan razia warung remang-remang di Kota Probolinggo harus diintenskan. Sebab banyak masyarakat yang menyalahi aturan, buka warung tetapi malah ada fasilitas yang tidak semestinya,” tegasnya.

Gudang Triplek Ludes Terbakar

Gudang Triplek Ludes Terbakar

Gudang triplek di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, kemarin (14/4) sore ludes terbakar. Syukur saja tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Gudang triplek yang terbakar itu disebutkan milik H Toha, seorang warga Mayangan. Diduga, api yang membakar gudang di dekat pantai tersebut berasal dari pembakaran sampah di belakang atau utara gudang.  

H Jupri, seorang warga setempat, mengatakan bahwa warga seringkali membakar tumpukan sampah terutama di sore hari. Nah, api dari pembakaran sampah itu pula yang sore kemarin menjalar ke gudang  triplek hingga terbakar.

Gudang sekaligus tempat jualan lembaran triplek itu dalam keadaan sepi. Menurut Jupri, pemilik gudang triplek sudah pulang ke rumahnya. “Tidak ada orang. Pemiliknya Haji Toha, sudah pulang ke rumahnya. Jadi tidak ada yang tahu,” jelas Jupri.

Saat tahu gudang terbakar, warga berdatangan berusaha memadamkan. Kejadian ini juga dilaporkan ke Polsek Mayangan, yang jaraknya tidak begitu jauh. “Tidak ada korban jiwa. Kalau penyebab dan kerugiannya, kami tidak tahu,” kata Jupri.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menyatakan, bangunan yang terbakar adalah gudang triplek. Hanya, ia belum mengetahui pemiliknya, maupun penyebab dan total kerugiannya. “Kami masih fokus penanganan. Karena yang terbakar ini barang mudah terbakar,” tandasnya saat dikonfirmasi sore kemarin.

Menurutnya, selain tim pemadam kebakaran (Damkar), pihaknya juga menurunkan personel Satpol PP. Personel Satpol PP bertugas menghalau warga yang berusaha mendekat ke titik kebakaran. “Kami berbagi tugas. Petugas Damkar memadamkan api. Satpol PP mengamankan lokasi,” kata Aman Suryaman.

Aman menambahkan, kendaraan Damkar yang diterjunkan ada 4 unit. Masing-masing adalah 3 unit Damkar milik Pemkot Probolinggo, dan 1 Damkar milik pabrik triplek PT KTI.       

Berdasar pantauan di lokasi kejadian, Polres Probolnggo Kota terpaksa menutup Jalur Lingkar Utara (JLU) agar memudahkan proses pemadaman.

Tiga Ambulans Siaga di Satpol PP

Tiga Ambulans Siaga di Satpol PP

     Tidak seperti biasanya, di halaman markas komando Dinas Satpol PP Kota Probolinggo ada mobil ambulans bersiaga. Mobil ambulans itu parkir di halaman depan bersama kendaraan Dinas Satpol PP dan pemadam kebakaran (Damkar).

     Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Satpol PP Aman Suryaman membenarkan. Bahkan menurutnya, mobil ambulans siaga di kantor Dinas Satpol PP mulai 1 April 2021. Pengemudi dan seorang perawat juga berkantor di markas Satpol PP.

     Menurut Aman, tujuannya untuk mendekatkan kendaraan dengan kantor Pelayanan 112 yang berlokasi di kantor walikota. Dengan begitu, akan mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat yang membutuhkan ambulans yang disiagakan di Satpol PP hanya tiga ambulans, berikut pengemudi dan seorang perawat. Mereka stand by atau piket selama 24 jam. Sedang 26 ambulans lain tetap parkir di Puskesmas Pembantu (Pustu). "Jadi yang piket hanya 3 ambulans bersama sopir dan perawat. Yang lain tetap ada di Puskesmas, menunggu giliran,"terang Aman Suryaman, Minggu(11/4) siang.

     Dengan adanya mobil ambulas yang disiagakan, layanan 112 akan lebih cepat. "Kalau diparkir disini, bisa langsung berangkat,"kata Aman Suryaman.

     Selama ini, kata Aman, ada beberapa kendala ketika seluruh ambulans parkir di masing - masing kelurahan. Masyarakat yang membutuhkan ambulans tidak langsung terlayani. Pihak 112 masih harus menghubungi petugas Pustu atau pihak kelurahan. "Kalau stand by disini bisa langsung terlayani. Kan kantor 112 dekat,"tambahnya.

     Bahkan pihaknya ingin kantor pelayanan 112 satu atap dengan Satpol PP di Jalan Raya Panglima Sudirman. Alasannya, lagi - lagi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan. Nanti kami sampaikan rencana ini ke Pak Wali. Mudah - mudahan di ACC,"kata Aman Suryaman.

Macak Preman, Pol PP Ciduk Remaja Pesta Miras, PSK hingga Waria

Macak Preman, Pol PP Kota Probolinggo Ciduk Remaja Pesta Miras, PSK hingga Waria

Satpol PP Kota Probolinggo menciduk puluhan orang dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Sabtu (10/04/21) malam. Razia pekat digelar petugas untuk menyongsong tibanya bulan ramadhan.

Razia yang dimulai pukul 22.00 WIB itu menyasar sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan pesta minuman keras (miras), tempat mangkal para waria hingga pekerja seks komersial (PSK).

Lokasi-lokasi itu diantaranya sepanjang jalur lingkar utara (JLU), rel Kereta Api (KA) di Kelurahan Mangunharjo dan Kebonsari Wetan, area Stadion Bayuangga, DAM di Kelurahan Wiroborang dan lokasi lainnya.

Agar razia mendapatkan hasil maksimal, petugas Pol PP menyamar dengan mengenakan pakaian preman. Di kawasan JLU, petugas penegak peraturan daerah (Perda) itu menciduk sedikitnya 23 remaja yang sedang pesta miras.

Sementara di belakang pos perlintasan rel KA Kelurahan Mangunharjo dan di sekitar Pasar Mangunharjo, petugas mendapati 6 wanita yang diduga PSK berikut seorang laki-laki diduga hidung belang.

Selain itu, petugas menggelandang 5 orang waria yang sedang mangkal. Puluhan orang yang terciduk itu, lantas dibawa ke Mako Satpol PP di Jl. Panglima Sudirman, Kecamatan Kanigaran.

Kasat Pol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman menuturkan, razia menjelang bulan ramadhan ini digelar agar tercipta suasana yang kondusif dan tentram. Sehingga warga yang menjalankan puasa, bisa beribadah dengan tenang.

“Hasil razia malam ini semuanya kita data dan kita cek. Khusus pemuda yang pesta miras l, selain kita beri sanksi fisik, nanti ada pemanggilan orang tua,” ujar Aman Suryaman.

Selama bulan ramadhan, kami akan lebih sering melakukan razia. Pengalaman di bulan ramadhan sebelumnya, masih di temukan pemuda pesta miras dan pelaku prostitusi masih beroprasi,” imbuh Aman Suryaman.

Latihan PBB Satpol PP Kota Probolinggo

KEGIATAN SAMAPTA SATPOL PP DAMKAR KOTA PROBOLINGGO

Kamis (8/4) anggota Satpol PP Damkar Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan Samapta Praja Wibawa. Latihan ini meliputi pelatihan baris berbaris (PBB), dengan tujuan untuk membentuk kekuatan mental dan fisik. Mengingat tugas Satpol PP sangat berat sebagai penegak peraturan daerah (Perda).
“Pelatihan mental dan fisik akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berharap kedepannya bisa menambah bentuk latihan terhadap Satpol PP. Nah, seperti latihan rohani agar anggota Satpol PP tidak hanya memiliki karakter mental dan fisik saja akan tetapi juga memiliki sikap yang santun dan bersahabat agar tidak arogan dalam menegakkan perda.
Bukan hanya untuk ketahanan mental dan fisik, latihan ini juga bertujuan meningkatkan sumber daya manusia anggota Satpol PP Kota Probolinggo, supaya lebih profesional dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dalam menjalankan peraturan daerah.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgRENCANA STRATEGIS.jpgLKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)