Tingkatkan Kopetensi Komunikasi di Lapangan, Satpol PP, Damkar, dan Linmas Ikuti Pelatihan Public Speaking

Tingkatkan Kopetensi Komunikasi di Lapangan, Satpol PP, Damkar, dan Linmas Ikuti Pelatihan Public Speaking PROBOLINGGO — Guna meningkatkan efektivitas komunikasi publik dan pelayanan masyarakat saat bertugas di lapangan, puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengikuti kegiatan Pelatihan Public Speaking pada Rabu (22/7/2026).

Publik speaking bagi anggota Satpol PP Damkar dan Linmas

Tingkatkan Kopetensi Komunikasi di Lapangan, Satpol PP, Damkar, dan Linmas Ikuti Pelatihan Public Speaking

PROBOLINGGO — Guna meningkatkan efektivitas komunikasi publik dan pelayanan masyarakat saat bertugas di lapangan, puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengikuti kegiatan Pelatihan Public Speaking pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula utama tersebut bertujuan untuk membekali para petugas lapangan dengan keterampilan berkomunikasi yang persuasif, humanis, namun tetap tegas. Pelatihan ini dipandang krusial mengingat ketiga instansi tersebut sering berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat yang kompleks.

Dalam sambutan pembukanya, pimpinan kegiatan menyampaikan bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, melainkan teknik menyampaikan pesan agar situasi di lapangan tetap kondusif, terutama saat penanganan konflik, sosialisasi bahaya kebakaran, maupun edukasi ketertiban umum.

"Sebagai garda terdepan pelayan masyarakat, cara kita berbicara menentukan respons publik. Ketika memberikan imbauan penertiban atau edukasi kebencanaan, bahasa tubuh dan nada suara yang tepat sangat mempengaruhi tingkat kesadaran warga," ujarnya di hadapan para peserta.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi mendasar, mulai dari teknik mengontrol rasa gugup, penggunaan intonasi dan bahasa tubuh, strategi penyampaian imbauan yang persuasif, hingga penanganan komunikasi dalam situasi krisis (crisis communication).

Tidak hanya menerima teori, para anggota Satpol PP, Damkar, dan Linmas juga diajak melakukan simulasi langsung di panggung. Simulasi meliputi cara melakukan simulasi pemadaman kebakaran dengan narasi yang jelas, cara memberikan imbauan penertiban pedagang/fasilitas umum secara damai, hingga teknik penyampaian informasi saat pengamanan wilayah oleh Linmas.

Materi pelatihan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif di mana para peserta membagikan kendala komunikasi yang kerap mereka hadapi di lapangan sehari-hari. Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan personel yang tidak hanya sigap secara fisik, tetapi juga cerdas dan empatik dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

LINK TERKAIT