
Tingkatkan Kapasitas Anggota, Satlinmas Kota Probolinggo Ikuti Pembinaan dan Sosialisasi Posyandu 6 SPM PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas). Acara yang ditujukan bagi jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ini berlangsung khidmat di Gedung Puri Manggala, Pemerintah Kota Probolinggo, pada Selasa (7/7/2026).
Pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 SPM
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas). Acara yang ditujukan bagi jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ini berlangsung khidmat di Gedung Puri Manggala, Pemerintah Kota Probolinggo, pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran Satlinmas sebagai ujung tombak jaga warga, sekaligus menyelaraskan pemahaman mengenai implementasi 6 SPM yang menjadi hak dasar masyarakat di bidang trantibumlinmas.
Hadir sebagai narasumber utama dalam acara ini, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur, Muhammad Subkhan Khasaugi, S.STP., M.HP.
Dalam paparannya, Muhammad Subkhan menekankan pentingnya transformasi peran Satlinmas di era modern. Linmas tidak lagi hanya sekadar menjaga keamanan saat gelaran pesta demokrasi atau pos ronda malam, melainkan harus terintegrasi dalam sistem pelayanan publik yang terukur melalui indikator SPM.
"Satlinmas memiliki peran vital dalam mendeteksi dini potensi gangguan trantibum di tingkat kelurahan. Lewat penguatan pemahaman Posyandu 6 SPM ini, kita berharap anggota Linmas di Kota Probolinggo semakin responsif, profesional, dan humanis dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Kabid Linmas Satpol PP Jatim tersebut.
Materi sosialisasi berfokus pada bagaimana mengoperasikan fungsi "Posyandu" dalam konteks Linmas—bukan sebagai pos pelayanan kesehatan, melainkan sebagai pusat layanan terpadu penanganan ketenteraman dan ketertiban di tingkat bawah yang mencakup aspek pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat berskala kecil.
Melalui pembinaan intensif ini, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas operasional dan mutu pelayanan seluruh personel Satlinmas. Dengan demikian, stabilitas keamanan dan kenyamanan warga Kota Probolinggo dapat terus terjaga secara berkelanjutan.