school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal bekerja, kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Pahlawan gang 11 No.26, Kelurahan Trisnonegaran, Kota Probolinggo, Kamis 12 Mei 2022,  sekitar pukul 16.42 WIB.
 
Warga sekitar yang melihat kobaran api dapur rumah itu, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
 
Namun, tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) datang ke lokasi untuk memadamkan api.
 
Dapur rumah yang terbakar itu, milik warga bernama Muktinigtyas.
 
Rima (37) keponakan dari Muktiningtyas tidak tahu persis peristiwa itu.
 
 
Namun, dia mengatakan putra dari bibinya tersebut usai membakar kayu dari dalam dapur..
 
“Padahal udah disiram pada saat ditinggal kerja, tapi kok tiba-tiba kayu kering dan mengeluarkan api terus membesar dan naik ke atas,” terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman menduga, penyebab kebakaran berasal dari tungku atau tumang.
 
"Dugaan (Kebakaran) dari tungku,"jelasnya.
 
Dalam peristiwa ini masih katanya, tidak ada korban jiwa.
Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Guna memantau kondisi ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadan, Satpol PP Kota Probolinggo terus menggencarkan operasi pekat (penyakit masyarakat) di wilayahnya, Sabtu (9/4) malam. Di minggu pertama Ramadan ini, Satpol PP panen belasan pelanggar. 

Dimulai sekira pukul 20.00 usai salat Tarawih, personel Satpol PP mulai bergerak ke sejumlah sasaran. Diantaranya rel Mangunharjo, rel Penangan, Dam Wiroborang, Stadion Bayuangga, patung sapi Sumber Taman dan sebuah rumah kos di kawasan Pilang Permai.   

“Suasana Ramadan ya, jadi kita ingin masyarakat beribadah dengan tenang. Dan juga kita ingin mengetahui apakah di bulan Ramadan banyak aktivitas ga, ternyata kita temukan di lapangan ternyata hasilnya lumayan. Cukup banyak yang kita bina, ada juga yg mabuk di beberapa lokasi,” jelas Kepala Satpol PP Aman Suryaman tentang giat operasi pekat di bulan Ramadan ini. 

Dari sejumlah lokasi, Satpol PP mengamankan dua remaja sedang pacaran di sekitar rel Mangunharjo. Masih di lokasi yang sama, juga dijadikan tempat minum minuman keras (miras) oleh 6 pemuda yang berusia kisaran 18 tahun hingga 24 tahun.

Dan yang paling mengejutkan, di bulan Ramadan ini justru banyak ditemukan PSK (Pekerja Seks Komersial) yang sedang mangkal. Di sekitar rel Mangunharjo didapati dua PSK, berinisial R (40 tahun) dan S (60 tahun). Sementara di rel Penangan, 7 PSK berhasil digiring petugas ke kantor Satpol PP. 

7 PSK tersebut adalah K (38 tahun), D (49 tahun), T (46 tahun), M (38 tahun), Y (29 tahun), S (47 tahun) dan N (64 tahun). Operasi pekat malam itu berhasil menemukan 17 pelanggar. Dengan rincian, 2 remaja pacaran; 9 PSK dan 6 pemuda mabuk-mabukan. 

Aman menambahkan, setelah diamankan di kantor Satpol PP, pelanggar Perda nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat itu didata lalu wajib menulis surat pernyataan pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum. Untuk pemuda yang minum miras diberi sanksi push up, senam ringan, menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan membaca Pancasila. 

“Kemudian kami lakukan pembinaan dan memanggil orangtua masing-masing untuk menjemput, tentunya dibuktikan dengan menunjukkan identitas. Untuk PSK yang terjadi diberikan pembinaan dan teguran tertulis,” tegas Aman yang ditemui disela giat operasi.

Melihat masih banyaknya pelaku pelanggaran operasi pekat ini, Aman mengimbau masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas yang menganggu ketertiban dan ketentraman umum. 

“Operasi ini kami laksanakan secara rutin, saya mohon masyarakat dapat memberikan informasi kepada kami jika ada aktivitas yang menganggu ketertiban umum. Dengan informasi yang disampaikan, kita sama-sama bersinergi menjaga Kota Probolinggo,” tutur alumnus STPDN ini.

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo terus mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi munculnya pengemis musiman saat bulan Ramadan.Tiap hari, petugas menyisir sejumlah lokasi yang biasa jadi tempat mangkal pengemis.

Kabid Trantibhum Satpol PP Kota Probolinggo, Eko Candra mengatakan lokasi yang jadi titik fokus patroli antara lain, Perempatan Brak Kecamatan Kanigaran, Perempatan Flora, dan Perempatan King Kecamatan Mayangan.

Perempatan tersebut merupakan tempat strategis bagi para pengemis dalam mendulang pundi-pundi uang.

"Kami sudah menyiagakan petugas di perempatan itu. Kami juga melakukan patroli rutin sebanyak tiga kali dalam sehari. Yakni, pada pagi, malam, dan dini hari," katanya, Selasa (5/4/2022).

Jumlah pengemis diprediksi akan kian meningkat saat Ramadan maupun Idul Fitri mendatang.

Para pengemis yang berlabuh di jalanan Kota Probolinggo didominasi oleh wajah lama yang kerap terjaring operasi sebelumnya.

"Mereka yang terjaring akan diberikan pembinaan. Nantinya, mereka akan diberdayakan pula di shelter salah satu yayasan di Probolinggo agar dapat mencari sumber penghasilan lain. Beberapa dari mereka memang masih ada yang masih tetap nekat kembali ke Kota Probolinggo untuk mengemis," paparnya.

Di samping itu, sepanjang Maret 2022, Eko menyebut, pihaknya telah menjaring puluhan pengemis dan gelandangan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Mereka kebanyakan merupakan emak-emak yang berasal dari luar kota dan berusia antara 40-50 tahun.

"Penindakan ini sebagai langkah penegakan Perda Kota Probolinggo Nomor 6 Tahun 2021 Tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum)," pungkasnya.

 
Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Jelang bulan suci Ramadan 1443 H, Satpol PP Kota Probolinggo gelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Minggu (27/3) malam. Operasi pekat yang dilakukan dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan Satpol PP Provinsi Jatim, menyasar sejumlah pertokoan, hotel atau penginapan dan kos-kosan di wilayah Kota Probolinggo.

Kabid Trantibum Satpol PP Provinsi Jatim Hanis yang memimpin langsung operasi malam itu mengatakan, operasi pekat dilakukan untuk menegakkan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan trantibum dan Perda Kota Probolinggo Nomor 3 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, serta menjaga kondusivitas ketentraman dan ketertiban menjelang bulan suci ramadhan.

Dari kegiatan ini ditemukan 3 pelanggaran penjualan minuman beralkohol (miras) tanpa izin dari toko yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto dengan temuan 114 botol arak bali dan 34 botol miras, dan toko di Jalan Ikan Paus Mayangan sebanyak 391 botol miras berbagai merk dan jenis. “Tidak hanya itu, kami juga menyasar 4 hotel dan berhasil mengamankan 2 pasangan bukan suami istri yang mengaku sedang transit dari perjalanan luar kota,” kata Hanis.

Selanjutnya, barang bukti pelanggaran minuman beralkohol akan disita dan dilakukan persidangan tipiring di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo yang berlangsung hari ini (28/3). Sedangkan untuk pelanggaran asusila dilakukan pembinaan oleh Satpol PP setempat.

“Operasi ini akan kami laksanakan kembali, lebih kami intensifkan di jelang dan saat Ramadan nanti. Supaya masyarakat tidak resah dengan gangguan penyakit masyarakat,” imbuh Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

HUT Damkar ke- 103, Personil Damkar Ikuti Upacara Secara Virtual

HUT Damkar ke- 103, Personil Damkar Ikuti Upacara Secara Virtual

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai instansi umum dan teknis penyelenggara sub urusan kebakaran, Selasa (1/3) pagi menggelar upacara HUT Damkar ke- 103 tahun 2022 secara virtual. Selain diikuti jajaran di lingkup Kemendagri, upacara virtual ini juga diikuti gubernur, bupati/wali kota seluruh Indonesia.

Dari Kota Probolinggo, upacara virtual ini dilaksanakan di Mako Pol PP dengan diikuti Kasatpol PP Aman Suryaman dan 12 orang anggota Damkar.  Mewakili Mendagri Tito Karnavian, dalam arahannya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Dr. Safrizal ZA menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemadam kebakaran (Damkar) dan penyelamatan yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam berpartisipasi penanggulangan Covid-19 di daerah.

“Damkar telah menunjukkan prestasi yang luar biasa, penuh komitmen dalam memberikan layanan kedaruratan bagi warga Indonesia,” tuturnya. Hal ini berbanding terbalik, dalam prakteknya di berbagai daerah beban tugas dan risiko pekerjaan ditanggung Damkar belum mendapat apresiasi yang memadai.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh pemangku kepentingan baik di pusat sampai dengan daerah menjadikan Damkar dan penyelamatan sebagai perangkat daerah yang professional, berkemampuan dan mandiri.

Dijelaskan olehnya, tahun 2021 telah terjadi 17.768 kejadian kebakaran di seluruh Indonesia. Sebanyak 5.274 kasus atau sekitar 45 persen, penyebab terbanyak adalah arus pendek (korsleting). Operasi penyelamatan kebakaran mencapai 79.559 tindakan. Artinya kejadian penyelamatan non kebakaran hampir lima kali lipat dibandingkan dengan penyelamatan akibat terjadinya kebakaran. “Gambarannya adalah Damkar harus memiliki kompetensi dan kemampuan dalam upaya penyelamatan kebakaran dan juga penyelamatan non kebakaran,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, tentunya keterlibatan peran aktif di masyarakat sangat dibutuhkan. Bukan tanpa sebab, menurutnya, jika hanya mengandalkan petugas kebakaran saja tidaklah cukup mengcover ke seluruh pelosok tanah air.

Sebagaimana hal ini sesuai dengan tema HUT Damkar ke- 103, yakni Pemadam Kebakaran dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sinergi bahu membahu mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

Setahun, 51 Kasus Kebakaran, 49 Kasus Non Kebakaran

Ditemui secara terpisah usai upacara, Kasatpol PP Aman Suryaman menyerukan arahan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri. Di Kota Probolinggo sudah ada 17 orang dan tahun ini akan meningkatkan target menjadi 30 orang.

“Selaras yang disampaikan Dirjen Adwil bahwa pemkot memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan operasional Damkar. Bapak Wali Kota sangat konsen sekali terhadap pemadam kebakaran. Kurang lebih 5 tahun kita mendambakan mobil baru dan baru tahun 2021 kemarin kita ada penambahan 2 unit mobil Damkar dan juga ada yang rekondisi,” urainya.

Walaupun masih minim, tidak menutup kemungkinan akan ada penganggaran khusus bagi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). “Kami ucapkan terima kasih kepada bapak wali kota, karena komitmen beliau terhadap peningkatan kinerja Damkar. Tahun 2023 nanti sudah kita anggarkan dan menjadi program prioritas dari bapak wali kota untuk menaikkan honor operasional,” lanjutnya.

Dimulai tahun 2022, untuk meningkatkan kualitas kemampuan SDM petugasnya, ia akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi petugas Damkar maupun Redkar. Mantan Kadiskominfo ini juga menyebutkan di wilayah kerjanya, selama tahun 2021 setidaknya terdapat 51 kebakaran dan kurang lebih 49 kasus non kebakaran telah tertangani 100 persen sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) 15 menit. Ia bekerja rata-rata 12 menit sudah sampai di lokasi usai mendapat laporan dari masyarakat.

“Harapannya adalah sinergi antara Damkar dan Redkar semakin ditingkatkan dan masyarakat juga bisa lebih sigap ada pemahaman terhadap kebakaran. Sehingga mengambil tindakan yang tepat, baik mengambil tindakan pertama atau pun menghubungi call center 112,” tutupnya. 

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)