school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Operasi Cukai, Petugas Kembali Temukan Ribuan Rokok Ilegal

Operasi Cukai, Petugas Kembali Temukan Ribuan Rokok Ilegal

Setelah sepekan lalu melakukan operasi Barang Kena Cukai (BKC ) Ilegal, tim gabungan kembali menggelar operasi serupa, Rabu (28/9). Dari empat lokasi yang disasar, dua toko kedapatan menjual rokok tanpa cukai berbagai merk yang kemudian disita oleh petugas.

Ya, petugas Satpol PP bersama personel dari Bea Cukai dan Polres Probolinggo Kota menyasar empat lokasi antara lain sebuah toko di Jalan Pahlawan, Terminal Bus Bayuangga, toko di Jalan Cokroaminoto gang XI dan toko di Kelurahan Mayangan. Total rokok tanpa cukai yang diamankan sebanyak 61 bungkus atau 1.220 batang.

“Ketika ada laporan deteksi dini, kami tindak lanjuti bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang sudah ditarget. Dan, ternyata benar di dua toko kami menemukan beberapa merk rokok tanpa dilengkapi cukai yang legal,” terang Kepala Satpol PP Aman Suryaman.

Mantan Kepala Diskominfo ini mengungkapkan, selama operasi berlangsung, di toko Jalan Pahlawan, Kelurahan Tisnonegaran, petugas menyita rokok tanpa cukai yang disimpan oleh pemiliknya di bawah etalase. Rokok yang diamankan merk Respect 2 bungkus, Aswad 3 bungkus, Djaran Goyang 1 bungkus, Pasti Pas 2 bungkus, Seven Hitam 2 bungkus, Seven Biru 2 bungkus, Sinar Purnama 2 bungkus, SP 86 1 bungkus, DT 1 bungkus.

Sedangkan di toko yang masuk wilayah Kelurahan Mayangan ditemukan rokok Merk Premier Menthol 22 bungkus, Grand Premium 15 bungkus, Dalil 5 bungkus, Seven 3 bungkus. Sementara di tempat sasaran lainnya nihil temuan.

“Operasi gempur rokok ilegal ini bertujuan untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Probolinggo. Sekaligus kami mengamankan penerimaan negara. Akan kami tingkatkan terus sosialisasi dan operasi semacam ini bersama petugas gabungan agar masyarakat teredukasi dengan baik tentang hukumnya jika menjual rokok ilegal,” kata Aman.

Barang bukti ribuan rokok ilegal itu pun disita oleh tim penindakan dan diserahkan ke Bea Cukai Probolinggo. Untuk pemilik akan diproses di kantor Bea Cukai untuk dimintai keterangan sekaligus pembinaan. 

Lapak Makanan Ringan di Pasar Piyeng Pohsangit Kidul Terbakar

Lapak Makanan Ringan di Pasar Piyeng Pohsangit Kidul Terbakar

Sebuah lapak makanan ringan di Pasar Piyeng, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo terbakar, Rabu sore (28/9/2022). Dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang datang dengan cepat berhasil memadamkan api sehingga tak sampai merembet ke lapak-lapak lain.

Kebakaran lapak penjual makanan ringan milik Suryatin (60), warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih itu terjadi sekitar pukul 15.00. Asap dan api yang muncul pada lapak dengan cepat membesar dan membakar bagian dalam lapak.

“Saat kebakaran terjadi, saya ada di rumah, dan setelah mendapat telepon, saya kemudian datang ke pasar dan melihat api sudah membakar lapak saya. Kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp50 juta,” ujar Suryatin.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian melakukan pemadaman dengan air seadanya. Sebagian warga melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran. Tak lama kemudian dua mobil damkar milik Pemkot Probolinggo datang dan langsung melakukan penyemprotan.

Tak sampai satu jam petugas damkar berhasil melokalisir api yang membakar lapak. Sehingga api tak sampai menjalar ke lapak-lapak lain yang rata-rata terbuat dari kayu atau semi permanen.

Komandan Regu 3, Damkar Pemkot Probolinggo, Sukirno mengatakan, laporan kebakaran ini masuk ke 112 sekitar pukul 15.00. Damkar kemudian mengerahkan dua mobil pemadam.

“Alhamdulillah pemadaman api membutuhkan waktu tak sampai 30 menit, dan untuk penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ujarnya.

Tim Gabungan Berhasil Amankan 18.568 Batang Rokok Ilegal di Kota Probolinggo

Tim Gabungan Berhasil Amankan 18.568 Batang Rokok Ilegal di Kota Probolinggo

Pemerintah Kota Probolinggo memberikan atensi terkait operasi Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Rabu (21/9), tim penindakan satgas pemberantasan barang kena cukai ilegal yang terdiri dari Satpol PP, Polres Probolinggo Kota dan Bea Cukai setempat berhasil amankan 18.568 batang rokok ilegal.


Siang itu, sasaran operasi BKC ilegal yang diikuti 26 personil gabungan menyasar ke sebuah toko roti di kawasan Jalan Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.


“Awalnya pemilik toko tidak mengaku, ngakunya jualan roti. Karena data sudah valid dan kami menemukan barang bukti di tempat sampah, akhirnya digeledah oleh tim. Kedapatan barang bukti di dalam kamar,” jelas Kasatpol PP Aman Suryaman.


Di dalam kamar pemilik toko, didapati rokok tanpa cukai sejumlah 18.568 batang atau 1.119 bungkus rokok berbagai merk. Rinciannya, merk Nice 90 bungkus, YS Pro Mild 81 bungkus, Tirani 23 bungkus, DRJ Bold 62 bungkus, Luxio 401 bungkus, Oppo 342 bungkus dan Swiss 120 bungkus.


“Selanjutnya barang bukti dilakukan penyitaan oleh tim penindakan satgas pemberantasan rokok ilegal dan diserahkan ke Bea Cukai,” ujar Aman.


Dengan ditemukannya barang kena cukai ilegal di Kota Probolinggo, menurut Aman, tidak dapat dipungkiri penyebarannya masih ada dan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan tindakan bekerja sama dengan tim gabungan. 

Aduh! 4 Pemandu Lagu Karaoke Liar di Probolinggo Diamankan Satpol PP, beserta Puluhan Botol Miras

Aduh! 4 Pemandu Lagu Karaoke Liar di Probolinggo Diamankan Satpol PP, beserta Puluhan Botol Miras

Dalam giat razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol PP Kota Probolinggo, Selasa (20/9) malam pukul 23.00 WIB, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 44 botol miras, dan empat pemandu lagu di warung remang–remang.  

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menuturkan, jika warung remang–remang tersebut tidak memiliki ijin usaha tempat karaoke dan ijin peredaran minuman beralkohol.  

“Giat razia ini kita sisir dari Jalan Gajah Mada Lingkar Utara, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, untuk menanggapi banyaknya keluhan warga terkait dengan aktivitas malam yang dinilai meresahkan tersebut,” terangnya, Rabu (21/9).   

Di saat bersamaan juga diamankan empat wanita pemandu lagu, yang salah satunya berasal dari Kabupaten Jember.  

“Ini identitas empat pemandu lagu yang kita amankan, HI(40), warga Dusun Jatiagung Gumukmas, Kabupaten Jember, W(30) warga Dusun Baka Utara, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang,” tambahnya.  

Selain itu dua diantaranya merupakan warga Kota Probolinggo, antara lain yakni Lea (31), warga Jalan Patimurah, Kecamatan Mangunharjo, Kota Probolinggo, dan SNC (41), warga Jalan Amir Hamzah, Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.  

Dari empat pemandu lagu yang terjaring razia tersebut, petugas Satpol PP mengambil tindakan pendataan dan pembinaan.  

“Sedangkan untuk penanggung jawab atau pemilik usaha, akan kita lakukan sidang di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, pada hari ini, dengan tindak pidana ringan atau Tipiring,” tandasnya. Disinyalir masih banyak tempat karaoke liar yang selama ini tak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

Bea Cukai dan Satpol PP Kota Probolinggo Ajak Media Ikut Awasi Peredaran Rokok Ilegal

Bea Cukai dan Satpol PP Kota Probolinggo Ajak Media Ikut Awasi Peredaran Rokok Ilegal

Peredaran rokok ilegal masih menghawatirkan, tercatat di beberapa daerah masih ditemui termasuk Jawa Timur.

Kondisi itu membuat upaya pencegahan terus dilakukan tak hanya pemerintah, jurnalis dinilai punya peran penting untuk menggempur rokok ilegal.

Keterlibatan awak media itu, dilakukan melalui sosialisasi oleh Pemkot Probolinggo, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Digelar di Malang, puluhan awak media mendapat paparan bagaimana bahaya, dampak dan upaya penanggulangan rokok ilegal.

Pada Rabu (24/08/2022) itu sosialisasi ketentuan perundang-undangan di bidang cukai dibuka Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin beserta sejumlah Kepala OPD . Selain itu, hadir Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Probolinggo.

Akhir Juli lalu, Bea Cukai Probolinggo berhasil mengamankan sebanyak 2 karung rokok ilegal tanpa merek yang dimuat ke dalam mobil travel atau penumpang.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan 37.200 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai jenis SKTF, yang dapat menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp36.642.000.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Probolinggo, Nangkok P Pasaribu mengatakan, ada beberapa faktor kenapa peredaran rokok ilegal masih cukup tinggi.

Salah satunya, pungutan yang diterima pemerintah yakni 61% terdiri dari cukai, pajak rokok, PPN HT, dan PPh.

“Besaran pajak yang dinilai besar tersebut, membuat beberapa produksi mengambil jalan pintas dengan produksi rokok ilegal. Biasanya mereka melakukan berapa modus seperti rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai berbeda,” jelasnya.

Atas hal itu, upaya penindakan termasuk pencegahan yang cukup penting terus dilakukan. Salah satunya, melalui sosialisasi baik regulasi, dampak dan upaya penegakan hukum tentang rokok ilegal.

Penurunan peredaran rokok ilegal itu, juga dilakukan dengan rencana naiknya target pendapatan cukai sebesar Rp245,45 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

Target itu tumbuh 9,5 persen dari outlook penerimaan cukai tahun ini sebesar Rp 224,2 triliun.

Hal tersebut, dinilai bisa meredam laju peredaran rokok ilegal. Kendatipun, upaya kenaikan target pendapatan dari cukai menjadi polemik bagi para petani tembakau.

“Atas hal itu, perlu kolaborasi antara KPPBC dan Pemda yang dalam hal ini pencegahan dan penindakan ada di Satpol PP. Tentunya peran media juga turut andil dalam upaya gempur rokok ilegal terutama pencegahan dan pengawasan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin , sejauh ini dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) begitu terasa manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Mulai dari bidang kesehatan, kesejahteraan dan penindakan rokok ilegal itu sendiri.

“Dari DBHCT tersebut , kami gunakan untuk peningkatan sarana kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita sama-sama dengan pemerintah Kota Probolinggo, perangi dan gempur peredaran rokok ilegal,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menegaskan, upaya pencegahan dinilai punya peran penting dalam menurunkan peredaran rokok ilegal. Ia menilai, peran media sangat dibutuhkan untuk menyampaikan hal tersebut.

“Baik regulasi, bahaya rokok ilegal hingga sanksi media punya peranan penting. Sehingga, di momen kali ini diharapkan media ikut andil dalam menurunkan peredaran rokok ilegal,” harapnya.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)