school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Tak Ada Sidang Yustisi, Satpol PP Pastikan Pengawasan Tetap Jalan

Tak Ada Sidang Yustisi, Satpol PP Pastikan Pengawasan Tetap Jalan

Satpol PP Kota Probolinggo memastikan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan. Meski tidak ada sidang yustisi. Pengawasan dilakukan lebih ditekankan untuk mengingatkan warga yang tidak mematuhi prokes.

“Kami masih tetap melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan. Namun melihat tren pasien positif saat ini, pengawasan lebih ditekankan pada cara-cara yang lebih humanis. Seperti memberi peringatan untuk memakai masker. Bagi yang tidak membawa masker diberi masker,” ujar Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman, Minggu (21/3).

Ia mengatakan, operasi yustisi sementara ini tidak dilakukan. Karena melibatkan beberapa lembaga, seperti pengadilan negeri dan kejaksaan. Aman mengatakan, pihaknya menempatkan anggotanya di titik-titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Probolinggo, Taman Maramis, dan Bundaran Gladak Serang.

Petugas juga standby dan berkeliling untuk memastikan warga yang datang ke titik-titik tersebut menerapakan protokol kesehatan. “Sehari 3 kali petugas keliling. Jika ada yang tidak menggunakan masker dengan benar, diperingatkan. Kalau tidak membawa masker, diingatkan dan diberi masker,” ujarnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo ini meminta masyarakat tetap mematuhi prokes. Meski tren pasien positif Covid di Kota Probolinggo cenderung menurun.

Upacara HUT Satpol PP

Peringatan HUT Satpol PP ke 71, Perlindungan Masyarakat ke 59 dan Pemadaman Kebakaran ke 102 Tahun 2021

Dalam rangka Upacara Peringatan HUT Satpol PP ke-71 ,Satlinmas ke-59 dan Damkar ke-102 Tahun 2021 tingkat kota yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2021 bertempat di Halaman Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tema peringatan HUT Satpol PP ke-71, Satlinmas ke-59 dan Damkar ke-102 Tahun 2021 adalah Kesiapsiagaan Satuan Polisi Pamong Praja bersama Satuan Perlindungan Masyarakat dalam Mendukung Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Sehat.

Berkenaan dengan situasi pandemi yang masih berlangsung, peserta upacara yang akan dihadirkan di Halaman Kantor Pemerintah Kota Probolinggo terbatas.

 

 

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengemudi Kendaraan Pemadam Kebakaran Oleh Ditlantas Polda Jatim Tahun 2021

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengemudi Kendaraan Pemadam Kebakaran Oleh Ditlantas Polda Jatim Tahun 2021....

Salam Damkar Jaya...

Pengembangan Jabatan Fungsional Satpol PP Kota Probolinggo untuk Satpol PP yang lebih handal dan profesional

 

Keluh Kesah PKL Kota Probolinggo Hadapi Jam Malam

Pemberlakuan jam malam oleh Pemkot Probolinggo, menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha di kota setempat. Tak hanya pemilik usaha toko, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan saat malam hari juga mengeluh.

Sebab, omzet mereka turun drastis dibanding tanpa jam malam. Pedagang gorengan di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, Jamaludin, 48, mengaku tidak bisa leluasa berjualan sejak diberlakukannya jam malam.

Bahkan, omzetnya jauh menurun. “Sehari jualan tidak pernah dapat Rp 500 ribu. Gimana mau dapat hasil,” keluh warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, tersebut.

Jamal mengaku kesulitan untuk berdagang karena pembeli gorengan lebih banyak ketika malam. Sedangkan, ketika masih sore pembelinya jarang. “Kalau mau digeser jualan sore, yang beli sedikit. Ramainya itu saat malam hari, tapi kalau malam hari malah dibatasi,” keluhnya.

Sabtu (16/1) malam, Jamal berusaha tetap berjualan sampai di atas jam yang ditentukan Pemkot. Yakni, di atas pukul 20.00. Namun, dia menyiasatinya dengan mematikan lampu penerangan tempatnya berjualan.

“Kalau jam segini lampu saya matikan, tetapi banyak yang mengira tutup, padahal masih jualan meski lampu dimatikan. Akibatnya, omzet tidak pernah sampai Rp 500 ribu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Maliq, 35, pemilik warung makan di Jalan Cokroaminoto. Ia membuka warungnya sejak pukul 15.00 dan tutup tak jarang di atas pukul 20.00. Namun, ketika pukul 20.00, Maliq mematikan lampu di rombong jualannya. “Kalau pukul 20.00, kalau ada yang beli cuma bisa bungkus saja. Kalau sore masih bisa makan di tempat,” ujarnya.

Dengan adanya pembatasan jam malam ini, Maliq mengakui pendapatannya menurun. Pada situasi normal, dia biasa berjualan sampai pukul 21.00. “Akhirnya jualan dimajukan. Biasanya pukul 16.00, sekarang pukul 15.00. Tapi, tetap kerasa. Jualan makanan itu ramainya saat malam,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin tetap meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Ia juga menjanjikan, jika masyarakat patuh dan disiplin dengan protokol kesehatan, pembatasan jam malam akan dicabut.

“Jika masyarakat disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan, SE yang mengatur jam malam akan dicabut,” ujar Walikota Probolinggo Hadi Zainal.

 

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgRENCANA STRATEGIS.jpgLKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)