school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo Intensifkan Patroli Tertibkan Pengemis Musiman saat Ramadan

Satpol PP Kota Probolinggo terus mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi munculnya pengemis musiman saat bulan Ramadan.Tiap hari, petugas menyisir sejumlah lokasi yang biasa jadi tempat mangkal pengemis.

Kabid Trantibhum Satpol PP Kota Probolinggo, Eko Candra mengatakan lokasi yang jadi titik fokus patroli antara lain, Perempatan Brak Kecamatan Kanigaran, Perempatan Flora, dan Perempatan King Kecamatan Mayangan.

Perempatan tersebut merupakan tempat strategis bagi para pengemis dalam mendulang pundi-pundi uang.

"Kami sudah menyiagakan petugas di perempatan itu. Kami juga melakukan patroli rutin sebanyak tiga kali dalam sehari. Yakni, pada pagi, malam, dan dini hari," katanya, Selasa (5/4/2022).

Jumlah pengemis diprediksi akan kian meningkat saat Ramadan maupun Idul Fitri mendatang.

Para pengemis yang berlabuh di jalanan Kota Probolinggo didominasi oleh wajah lama yang kerap terjaring operasi sebelumnya.

"Mereka yang terjaring akan diberikan pembinaan. Nantinya, mereka akan diberdayakan pula di shelter salah satu yayasan di Probolinggo agar dapat mencari sumber penghasilan lain. Beberapa dari mereka memang masih ada yang masih tetap nekat kembali ke Kota Probolinggo untuk mengemis," paparnya.

Di samping itu, sepanjang Maret 2022, Eko menyebut, pihaknya telah menjaring puluhan pengemis dan gelandangan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Mereka kebanyakan merupakan emak-emak yang berasal dari luar kota dan berusia antara 40-50 tahun.

"Penindakan ini sebagai langkah penegakan Perda Kota Probolinggo Nomor 6 Tahun 2021 Tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum)," pungkasnya.

 
Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Satpol PP Kota Probolinggo Gelar Operasi Pekat

Jelang bulan suci Ramadan 1443 H, Satpol PP Kota Probolinggo gelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Minggu (27/3) malam. Operasi pekat yang dilakukan dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan Satpol PP Provinsi Jatim, menyasar sejumlah pertokoan, hotel atau penginapan dan kos-kosan di wilayah Kota Probolinggo.

Kabid Trantibum Satpol PP Provinsi Jatim Hanis yang memimpin langsung operasi malam itu mengatakan, operasi pekat dilakukan untuk menegakkan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan trantibum dan Perda Kota Probolinggo Nomor 3 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, serta menjaga kondusivitas ketentraman dan ketertiban menjelang bulan suci ramadhan.

Dari kegiatan ini ditemukan 3 pelanggaran penjualan minuman beralkohol (miras) tanpa izin dari toko yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto dengan temuan 114 botol arak bali dan 34 botol miras, dan toko di Jalan Ikan Paus Mayangan sebanyak 391 botol miras berbagai merk dan jenis. “Tidak hanya itu, kami juga menyasar 4 hotel dan berhasil mengamankan 2 pasangan bukan suami istri yang mengaku sedang transit dari perjalanan luar kota,” kata Hanis.

Selanjutnya, barang bukti pelanggaran minuman beralkohol akan disita dan dilakukan persidangan tipiring di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo yang berlangsung hari ini (28/3). Sedangkan untuk pelanggaran asusila dilakukan pembinaan oleh Satpol PP setempat.

“Operasi ini akan kami laksanakan kembali, lebih kami intensifkan di jelang dan saat Ramadan nanti. Supaya masyarakat tidak resah dengan gangguan penyakit masyarakat,” imbuh Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

HUT Damkar ke- 103, Personil Damkar Ikuti Upacara Secara Virtual

HUT Damkar ke- 103, Personil Damkar Ikuti Upacara Secara Virtual

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai instansi umum dan teknis penyelenggara sub urusan kebakaran, Selasa (1/3) pagi menggelar upacara HUT Damkar ke- 103 tahun 2022 secara virtual. Selain diikuti jajaran di lingkup Kemendagri, upacara virtual ini juga diikuti gubernur, bupati/wali kota seluruh Indonesia.

Dari Kota Probolinggo, upacara virtual ini dilaksanakan di Mako Pol PP dengan diikuti Kasatpol PP Aman Suryaman dan 12 orang anggota Damkar.  Mewakili Mendagri Tito Karnavian, dalam arahannya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Dr. Safrizal ZA menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemadam kebakaran (Damkar) dan penyelamatan yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam berpartisipasi penanggulangan Covid-19 di daerah.

“Damkar telah menunjukkan prestasi yang luar biasa, penuh komitmen dalam memberikan layanan kedaruratan bagi warga Indonesia,” tuturnya. Hal ini berbanding terbalik, dalam prakteknya di berbagai daerah beban tugas dan risiko pekerjaan ditanggung Damkar belum mendapat apresiasi yang memadai.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh pemangku kepentingan baik di pusat sampai dengan daerah menjadikan Damkar dan penyelamatan sebagai perangkat daerah yang professional, berkemampuan dan mandiri.

Dijelaskan olehnya, tahun 2021 telah terjadi 17.768 kejadian kebakaran di seluruh Indonesia. Sebanyak 5.274 kasus atau sekitar 45 persen, penyebab terbanyak adalah arus pendek (korsleting). Operasi penyelamatan kebakaran mencapai 79.559 tindakan. Artinya kejadian penyelamatan non kebakaran hampir lima kali lipat dibandingkan dengan penyelamatan akibat terjadinya kebakaran. “Gambarannya adalah Damkar harus memiliki kompetensi dan kemampuan dalam upaya penyelamatan kebakaran dan juga penyelamatan non kebakaran,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, tentunya keterlibatan peran aktif di masyarakat sangat dibutuhkan. Bukan tanpa sebab, menurutnya, jika hanya mengandalkan petugas kebakaran saja tidaklah cukup mengcover ke seluruh pelosok tanah air.

Sebagaimana hal ini sesuai dengan tema HUT Damkar ke- 103, yakni Pemadam Kebakaran dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sinergi bahu membahu mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

Setahun, 51 Kasus Kebakaran, 49 Kasus Non Kebakaran

Ditemui secara terpisah usai upacara, Kasatpol PP Aman Suryaman menyerukan arahan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri. Di Kota Probolinggo sudah ada 17 orang dan tahun ini akan meningkatkan target menjadi 30 orang.

“Selaras yang disampaikan Dirjen Adwil bahwa pemkot memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan operasional Damkar. Bapak Wali Kota sangat konsen sekali terhadap pemadam kebakaran. Kurang lebih 5 tahun kita mendambakan mobil baru dan baru tahun 2021 kemarin kita ada penambahan 2 unit mobil Damkar dan juga ada yang rekondisi,” urainya.

Walaupun masih minim, tidak menutup kemungkinan akan ada penganggaran khusus bagi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). “Kami ucapkan terima kasih kepada bapak wali kota, karena komitmen beliau terhadap peningkatan kinerja Damkar. Tahun 2023 nanti sudah kita anggarkan dan menjadi program prioritas dari bapak wali kota untuk menaikkan honor operasional,” lanjutnya.

Dimulai tahun 2022, untuk meningkatkan kualitas kemampuan SDM petugasnya, ia akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi petugas Damkar maupun Redkar. Mantan Kadiskominfo ini juga menyebutkan di wilayah kerjanya, selama tahun 2021 setidaknya terdapat 51 kebakaran dan kurang lebih 49 kasus non kebakaran telah tertangani 100 persen sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) 15 menit. Ia bekerja rata-rata 12 menit sudah sampai di lokasi usai mendapat laporan dari masyarakat.

“Harapannya adalah sinergi antara Damkar dan Redkar semakin ditingkatkan dan masyarakat juga bisa lebih sigap ada pemahaman terhadap kebakaran. Sehingga mengambil tindakan yang tepat, baik mengambil tindakan pertama atau pun menghubungi call center 112,” tutupnya. 

Teror Ular Cobra, Resahkan Warga Di Kota  Probolinggo

Teror Ular Cobra, Resahkan Warga Di Kota  Probolinggo

Teror ular cobra kembali membuat resah, pasalnya gangguan hewan liar ini hingga masuk rumah warga yang berdekatan dengan sawah. Di Jalan Himalaya Gg. 6, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Harianto pemilik rumah langsung menghubungi Call 112, hanya berselang beberapa waktu. Tim Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkar) Kota Probolinggo segera tiba di lokasi. Untuk mengevakuasi ular cobra yang mematikan tersebut.

“Ular itu saya temukan di halaman rumah saya nyelempit di sela – sela pot bunga, karena saya takut, akhirnya saya minta bantuan petugas damkar, terlebih lagi disini kan banyak anak kecil,” ungkap Harianto.

Soleh selaku Kasi Damkar Kota Probolinggo mengatakan, proses evakusi ular berbisa ini memakan waktu hampir 30 menit dan berjalan lancar. Dengan mengerahkan 1 tim Damkar yang berjumlah 6 orang dan 1 unit armada mobil patroli.

“Ular cobra sepanjang kurang lebih dua meter ini masuk ke halaman rumah milik Harianto, cuaca yang tak menentu membuat sejumlah hewan liar masuk ke pemukiman penduduk, untuk mencari tempat yang nyaman bagi hewan liar,” kata Soleh.

Setelah berhasil ditangkap, seekor ular cobra yang berbahaya ini akan diserahkan ke tempat penangkaran hewan liar. Di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo setempat.

Satpol PP Amankan Empat Pasangan Bukan Suami Istri dan Lima Waria

Satpol PP Amankan Empat Pasangan Bukan Suami Istri dan Lima Waria

Mengantisipasi tindakan maksiat di malam valentine atau dikenal dengan hari kasih sayang, Senin (14/2) malam, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin langsung memerintahkan Kepala Satpol PP Aman Suryaman untuk memonitor kondisi di Kota Probolinggo. Hasilnya, sebanyak empat pasangan bukan suami istri kepergok berduaan di kamar kos dan hotel. 

Giat operasi pekat yang dilaksanakan mulai pukul 23.00 itu menyasar ke empat hotel di Kawasan Kota Probolinggo yaitu di Jalan Siaman, Jalan Suroyo dan Jalan Bromo. Namun di hotel tersebut tidak didapati pelanggaran dan sepi pengunjung. Petugas Satpol PP kemudian bergeser ke dua rumah pemondokan dan homestay di daerah Kecamatan Kanigaran. 

Disinilah petugas menemukan pasangan bukan suami istri sedang berada di dalam kamar homestay. Mereka adalah MDY, 26 tahun warga Kelurahan-Kecamatan Kanigaran; AA, 39 tahun warga Kelurahan-Kecamatan Mayangan; Sum, 29 tahun warga Desa Randu Putih Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo; DA, 44 tahun Desa Mangli, Kaliwates Jember; ANW, 26 tahun asal Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran. 

Sedangkan di rumah kos Kawasan Kelurahan Ketapang, ditemukan satu pasangan bukan suami istri. Yakni Sol, 22 tahun asal Desa Mentor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Proboilinggo bersama Nov, 30 tahun asal Kelurahan Jrebeng Lor Kecamatan Kedopok. 

“Tidak hanya di hotel, homestay dan tempat kos, kami juga menyisir kawasan Pasar Mangunharjo yang biasanya dijadikan tempat mangkal waria. Dan ternyata, tadi malam (14/2) sedang banyak yang mangkal,” ujar Kepala Satpol PP Aman Suryaman. 

Lima waria diamankan petugas antara lain IP, 20 tahun warga Kelurahan Mayangan; WE, 43 tahun asal Kraksaan; Muh, 38 tahun asal Jember; Swi, 30 tahun asal Situbondo dan AH, 26 tahun asal Pohsangit Leres.  

“Total pelanggar asusila sebanyak 13 orang. 4 laki-laki, 4 perempuan dan 5 waria kami bawa ke mako Satpol PP. Semua waria di-swab antigen oleh Dinkes. Hasilnya sudah keluar dan semua negatif Covid 19,” jelas Aman. 

Aman menambahkan, pelanggar yang bukan suami istri dilakukan pembinaan serta pemanggilan orang tua dan membuat surat pernyataan. “Pelanggar waria dilakukan pembinaan juga. Sementara untuk pemilik pemondokan akan dilakukan pemanggilan, di proses sesuai Perda nomor 6 tahun 2021. Intinya operasi ini sebagai antisipasi momentum valentine agar tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban. Dan tidak disalahartikan untuk melakukan kegiatan yang melanggar,” terangnya.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)