school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

LAPORAN KINERJA SATPOL PP TAHUN 2021

LAPORAN KINERJA SATPOL PP TAHUN 2021

AKUNTABILITAS KINERJA

1. CAPAIAN KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Pengukuran capaian kinerja adalah kegiatan membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Proses ini lebih lanjut dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Satpol PP. Sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,bahwa setiap entitas akuntabilitas kinerja harus melakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja. Oleh karena itu, maka pengukuran kinerja yang menjadi bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana disebutkan di atas setidaknya mencakup perkembangan keluaran dari masing-masing kegiatan dan hasil yang dicapai dari masing-masing program sebagaimana ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja yang menjadi tolok ukur keberhasilan Satpol PP. Capaian kinerja sasaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Probolinggo Tahun 2021 dapat disajikan sebagai berikut : 1) Capaian Kinerja Sasaran Strategis “Meningkatnya pengawasan dan kepatuhan terhadap peraturan daerah dan peraturan kepala daerah” 2) Capaian Kinerja Sasaran Strategis “ Penanganan Kebakaran “

a. Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tabel 1 NO Indikator Kinerja Utama Target Renstra Realisasi % Pencapaian Kinerja 1. Persentase peningkatan Kepatuhan terhadap Perda dan Perkada 12% 19,53% 162,75% 2. Persentase Penanganan Kebakaran yang ditangani sesuai Responsife Time 60% 100% 166,67% Sumber data pengukuran kinerja tw 4 Analisis Pencapaian Kinerja : 1. Dari IKU pertama yaitu “Persentase peningkatan Kepatuhan terhadap Perda dan Perkada” dengan target 12% dapat terealisasi 19,53%. Sehingga dari target yang ditetapkan dapat terealisasi seluruhnya. Dalam rangka peningkatan kepatuhan terhadap peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan kegiatan sebagai berikut : 1. Penegakan Perda Kabupaten/Kota dan Peraturan Bupati/Walikota 2. Penanganan gangguan ketentraman dan keterttiban umum dalam 1 daerah kabupaten/kota Realisasi tersebut didapatkan dari perhitungan sebagai berikut :

= 906 - 729        X 100 %

        906                           = 19,53% dengan Pencapaian Kinerja sebesar 162,75% ( Sangat Baik ) Kesimpulannya Masyarakat Kota Probolinggo telah memahami dan patuh terhadap perda dan perkada.

4 Dari IKU kedua Yaitu “Persentase Penanganan Kebakaran yang ditangani sesuai Responsife Time” dengan target 60% dapat terealisasi 100 %. Sehingga dari target yang ditetapkan dapat terealisasi seluruhnya. Dalam rangka penanganan kebakaran yang ditangani sesuai Responsife time. Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan kegiatan sebagai berikut :  Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

= 53

   53   X 100 % dengan Pencapaian Kinerja sebesar 166,67% ( Sangat Baik ) Kesimpulannya penanganan Kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Probolinggo direspon dengan sangat baik oleh Pemadam Kebakaran ( DAMKAR ) Dan dilaksanakan secara responsife time (tepat waktu).

 

 

Satpol PP dan Satlantas Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Basuki Rachmad, Ciptakan Kamseltibcar

Satpol PP dan Satlantas Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Basuki Rachmad, Ciptakan Kamseltibcar

Keberadaan para penjual dan pembeli jajanan yang meramaikan tempat ini justru menimbulkan kerumunan dan penyalahgunaan fasilitas umum yakni berjualan di trotoar dan bahu jalan.

Menindaklanjuti hal ini, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo dibackup Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Probolinggo Kota melakukan penertiban para pedagang Kaki Lima yang berjualan di jalan, trotoar dan jalur hijau. Minggu (22/5/22).

Kasatpol PP, Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan pihak Satpol PP bersama Lantas Polres Probolinggo Kota melakukan penegakkan Perda PkL No. 4 Tahun 2006.

“Perda ini memuat larangan bagi Pedagang Kaki Lima untuk berjualan di jalan, trotoar dan atau jalur hijau,” ungkapnya.

Aman mengakui akan secara perlahan-lahan membenahi selain untuk mencegah terjadinya kerumunan juga mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

Sementara itu, Kepala DKUPP, Fitriawati mengatakan,untuk penataan lebih lanjut,nantinya akan ada pemindahan sementara, para PKL diarahkan untuk sedikit bergeser ketimur tepatnya di depan TWSL sambil menunggu koordinasi selanjutnya untuk penyiapan tempat khusus seperti layaknya di Jalan Mastrip bagi PKL penjual buah,” lanjutnya.

Fitiawati mengapresiasi adanya imbauan dan penertiban bagi para PKL ini, respons dari para pedagang cukup baik.

“Saat ini para PKL sudah sepakat untuk tidak berjualan lagi di sepanjang kawasan Jalan Basuki Rachmad,” jelasnya.

Ia mengatakan upaya ini dilakukan bukan untuk melarang usaha dari para PKL, tetapi lebih pada pengaturan untuk lebih rapih dan menjauhi adanya kecelakaan dan arus lalin menjadi lancar,”imbuhnya.

Jualan di Trotoar dan Picu Kemacetan, Satpol PP Kota Probolinggo Tertibkan PKL

Jualan di Trotoar dan Picu Kemacetan, Satpol PP Kota Probolinggo Tertibkan PKL 

Satpol PP Kota Probolinggo, Jatim, menertibkan Pedagang Kaki Lima atau PKL di ruas Jalan HOS Cokroaminoto, kota setempat, Selasa (17/5/2022). 

salah-satu-PKL-di-obrak-oleh-satpol.jpg

Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang Jalan HOS Cokroamioto dan Jalan Suroyo, sedikitnya ada 20 PKL yang terjaring penertiban. 

"Ini kita lakukan karena memang banyak keluhan warga yang merasa risih dengan adanya PKL liar yang berjualan di trotoar," kata Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman. 

Aman menyatakan, penertiban dilakukan agar fasilitas umum ini tidak beralih fungsi dan berguna sebagaimana mestinya. 

Aman melanjutkan, tak hanya mengganggu hak pejalan kaki, PKL juga kerap menjadi pemicu kemacetan kendaraan yang melintas. Ini karena dengan adanya mereka berjualan di pinggi jalan, tak sedikit kendaraan pembeli, parkir di sisi jalan dan semakin mempersempit jalan raya. 

"Ini juga merupakan salah satu upaya penegakan perda dan peraturan pelaksanaan, penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Kualitas personil satpol pp ini harus lebih ditingkatkan," ucap Aman. 

Sebelum ditertibkan Satpol PP Kota ProbolinggoPKL di jalan HOS Cokroaminoto ini sempat menjadi perbincangan ketika rapat Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Wali Kota di Gedung DPRD Kota Probolinggo.

 

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal Bekerja, Kebakaran di Probolinggo Gemparkan Warga

Ditinggal bekerja, kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Pahlawan gang 11 No.26, Kelurahan Trisnonegaran, Kota Probolinggo, Kamis 12 Mei 2022,  sekitar pukul 16.42 WIB.
 
Warga sekitar yang melihat kobaran api dapur rumah itu, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
 
Namun, tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) datang ke lokasi untuk memadamkan api.
 
Dapur rumah yang terbakar itu, milik warga bernama Muktinigtyas.
 
Rima (37) keponakan dari Muktiningtyas tidak tahu persis peristiwa itu.
 
 
Namun, dia mengatakan putra dari bibinya tersebut usai membakar kayu dari dalam dapur..
 
“Padahal udah disiram pada saat ditinggal kerja, tapi kok tiba-tiba kayu kering dan mengeluarkan api terus membesar dan naik ke atas,” terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman menduga, penyebab kebakaran berasal dari tungku atau tumang.
 
"Dugaan (Kebakaran) dari tungku,"jelasnya.
 
Dalam peristiwa ini masih katanya, tidak ada korban jiwa.
Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Operasi Pekat di Minggu Pertama Ramadan, Satpol PP Amankan 17 Pelanggar Perda

Guna memantau kondisi ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadan, Satpol PP Kota Probolinggo terus menggencarkan operasi pekat (penyakit masyarakat) di wilayahnya, Sabtu (9/4) malam. Di minggu pertama Ramadan ini, Satpol PP panen belasan pelanggar. 

Dimulai sekira pukul 20.00 usai salat Tarawih, personel Satpol PP mulai bergerak ke sejumlah sasaran. Diantaranya rel Mangunharjo, rel Penangan, Dam Wiroborang, Stadion Bayuangga, patung sapi Sumber Taman dan sebuah rumah kos di kawasan Pilang Permai.   

“Suasana Ramadan ya, jadi kita ingin masyarakat beribadah dengan tenang. Dan juga kita ingin mengetahui apakah di bulan Ramadan banyak aktivitas ga, ternyata kita temukan di lapangan ternyata hasilnya lumayan. Cukup banyak yang kita bina, ada juga yg mabuk di beberapa lokasi,” jelas Kepala Satpol PP Aman Suryaman tentang giat operasi pekat di bulan Ramadan ini. 

Dari sejumlah lokasi, Satpol PP mengamankan dua remaja sedang pacaran di sekitar rel Mangunharjo. Masih di lokasi yang sama, juga dijadikan tempat minum minuman keras (miras) oleh 6 pemuda yang berusia kisaran 18 tahun hingga 24 tahun.

Dan yang paling mengejutkan, di bulan Ramadan ini justru banyak ditemukan PSK (Pekerja Seks Komersial) yang sedang mangkal. Di sekitar rel Mangunharjo didapati dua PSK, berinisial R (40 tahun) dan S (60 tahun). Sementara di rel Penangan, 7 PSK berhasil digiring petugas ke kantor Satpol PP. 

7 PSK tersebut adalah K (38 tahun), D (49 tahun), T (46 tahun), M (38 tahun), Y (29 tahun), S (47 tahun) dan N (64 tahun). Operasi pekat malam itu berhasil menemukan 17 pelanggar. Dengan rincian, 2 remaja pacaran; 9 PSK dan 6 pemuda mabuk-mabukan. 

Aman menambahkan, setelah diamankan di kantor Satpol PP, pelanggar Perda nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat itu didata lalu wajib menulis surat pernyataan pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum. Untuk pemuda yang minum miras diberi sanksi push up, senam ringan, menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan membaca Pancasila. 

“Kemudian kami lakukan pembinaan dan memanggil orangtua masing-masing untuk menjemput, tentunya dibuktikan dengan menunjukkan identitas. Untuk PSK yang terjadi diberikan pembinaan dan teguran tertulis,” tegas Aman yang ditemui disela giat operasi.

Melihat masih banyaknya pelaku pelanggaran operasi pekat ini, Aman mengimbau masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas yang menganggu ketertiban dan ketentraman umum. 

“Operasi ini kami laksanakan secara rutin, saya mohon masyarakat dapat memberikan informasi kepada kami jika ada aktivitas yang menganggu ketertiban umum. Dengan informasi yang disampaikan, kita sama-sama bersinergi menjaga Kota Probolinggo,” tutur alumnus STPDN ini.

rencana aksi 2021INDIKATORBANER.jpgrencana startegis 2021LKJIP 2020renja 2021perjanjian kerja 2021 data pegawai 2021 SKM 2021

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)