school and education

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (Sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)

Satpol PP Polisi Pamong Praja, Penegak Perda Tabah jiwa satria, Tak kenal lelah Hymne

Satpol PP Kota Probolinggo Dirikan Pos Disiplin Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Probolinggo terus mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi new normal. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan perilaku disiplin warga Kota dalam mematuhi protokol kesehatan.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Probolinggo merencanakan 4 pos pantau guna penegakan disiplin protokol kesehatan disaat new normal mulai diberlakukan.

Di tengah Pandemi Covid 19 perintah merekomendasikan produktifitas masyarakat tetap bisa berjalan dengan konsekuensi tetap menjalankan protokol kesehatan.

Menyikapi strategi baru pemerintah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo menginisiasi penguatan disiplin masyarakat melalui penegakan aturan displin protokol kesehatan lebih masiv di tengah proses new normal.

Seperti diungkapkan Kepala Satpol PP Agus Efendi ditengah proses new normal unsur disiplin masyarakat menjadi kata kunci pencegahan penyebaran virus Covid -19. Langkah Satpol PP ditengah upaya pemerintah kembali mendorong produktifitas perlu penguatan dan komitmen bersama dalam menegakkan protokol kesehatan.

Masa Belajar di Rumah, Satpol PP Kota Probolinggo Sisir Pusat Perbelanjaan dan Game Online

Petugas Satpol PP Kota Probolinggo, mendapati puluhan pelajar tengah bermain game online. Tak hanya itu, petugas juga memergoki beberapa siswa tengah berada di pusat perbelanjaan, Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka yang diketahui berada di dua tempat tersebut, tidak dibawa ke kantor Dinas Satpol PP, tetapi diminta untuk pulang ke rumah masing-masing. Dengan alasan, pelajar tidak diperkenankan berada di tempat atau lokasi keramaian selama sekolah dialihkan ke rumah. Mereka disarankan belajar di rumah sesuai himbauan Wali Kota Problinggo.

Mereka yang kedapatan di tempat game online, setelah mendapat pengarahan dari Kasi Operasi dan Ketertiban pada Dinas Satpol PP, Hendra Kusuma, langsung meninggalkan tempat. Sedang bagi orang tua yang membawa putra-putrinya berbelanja, tetap dipersilahkan meneruskan belanjanya.

Jika di kemudian hari berbelanja lagi dalam masa libur sekolah, disarankan untuk tidak membawa putra-putrinya ke pusat perbelanjaan yang pengunjungnya ramai. Hal tersebut disampaikan Hendra kepada orang tua yang membawa anaknya berbelanja.

“kami tidak melarang bapak dan ibu berbelanja. Tapi kalau bisa jangan membawa anak yang masih bersekolah,” pintanya.

Meski saat ini libur sekolah, namun lanjut Hendra liburan saat ini tidak sama dengan hari libur lainnya. Siswa tetap belajar tetapi belajar di rumah dan tidak boleh keluar rumah, jika tidak begitu penting. Terutama berada di tempat umum yang banyak orang. “Khawatir terinveksi atau tertular virus corona,” katanya.

Begitu juga terhadap siswa yang berada di game online saat liburan. Hendra memberitahukan, kalau liburan saat ini, tidak boleh keluar rumah dan berada di keramaian. Mereka pun diminta untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Jika nanti siswa yang kami suruh pulang, ketahuan lagi berada di tempat game online. Ya, kami panggil orang tuanya,” tambahnya.

Ditambahkan, penyisiran di lokasi permainan seperti game online dan permainan jenis lainnya, tempat perbelanjaan akan terus dilakukan, hingga masa libur berakhir. Kegiatan seperti itu dilakukan, agar pelajar tidak terjangkit virus corona.

“Pemantauan tempat-tempat keramaian, akan terus dilakukan. Sampai liburan berakhir,” pungkasnya.

Sementara itu, orang tua siswa ada yang beralasan, membawa anaknya ke tempat perbelanjaan hanya mampir, usai memeriksakan anaknya di puskesmas atau rumah sakit. Ada lagi yang beralasan anaknya memaksa ikut berbelanja. Serta ada yang sengaja membawa anaknya lantaran mau membeli baju lebaran anaknya. Jika tidak diajak, khawatir tidak cocok
dan tidak pas ukurannya.

Sedang siswa yang bermain online, hanya seorang yang beralasan. Dirinya berada di tempat game online tidak bermain, tetapi mengerjakan PR sekolah. Meski beralasan seperti itu, namun petugas tetap meminta untuk keluar ruangan dan pulang ke rumahnya. Untuk yang bukan pelajar, petugas tidak mempermasalahkan berada di lokasi game online.

Pimpin Apel SATPOL PP, Begini Pesan Walikota

KANIGARAN – Sifat pemimpin yang sosiabilitas melekat dalam diri Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Ia tidak membatasi dirinya hanya berkomunikasi dengan kalangan pejabat saja, namun ia merangkul semua elemen pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Seperti yang terlihat pada Senin (13/1) pagi, tidak hanya memimpin apel bersama anggota Satpol PP dan Damkar, wali kota juga makan bareng nasi bungkus menu pecel di halaman kantor yang berdempetan dengan kantor wali kota di Jalan Panglima Sudirman.

Continue Reading

 58 Anggota SatpolPP Ikuti Diklat SAR

MAYANGAN – Sebanyak 58 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar), yang dibuka Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Selasa (10/12). Diklatsar ini melengkapi prosedur mereka menjadi anggota Satpol PP dan Damkar Pemerintah Kota Probolinggo.

Continue Reading

Tempati Bedak Pasar, Belasan Anjal di Probolinggo Diamankan Satpol PP

Lapak pedagang di Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo kerap kali ditempati anak jalanan (anjal). Hal itu membuat Satpol PP menindak 11 anjal dan menggelandangnya ke rumah singgah atau shelter.

Belasan anjal itu tidak bisa berkutik, ketika Satpol PP mendatangi mereka pada Senin pagi, 15 Juni 2020. Lapak kosong pedagang, membuat mereka betah sehingga dijadikan markas.

Menurut Kasi Operasi dan Ketertiban pada Dinas Satpol PP Hendra Kusuma, operasi yang dilakukan atas keluhan pedagang. Mereka resah, sebab anjal seringkali membuat mereka terganggu.

“Jadi ada laporan pedagang kalau ada anjal yang menempati. Mereka menempati bedak atau lapak yang kosong sehingga dijadikan markas mereka,” jelas Hendra

Agar lapak kosong di Pasar Gotong Royong tak kembali jadi tempat mereka, kedepan akan dibongkar. Sebab, tempat kosong rawan kembali ditempat para anjal.

“Dulu memang pernah tempat itu ditempati anjal, namun sudah kita lakukan operasi. Ini di tempat yang sama, tapi beda orang,” tandasnya.

Salah satu anjal seorang perempuan, mengaku bukan warga Kota Probolinggo. Ia kerap berpindah-pindah tempat.

“Bukan warga Probolinggo, ya begini keliling saja. Kebetulan hari ini kena satpol pp,” ujar perempuan yang enggan disebut namanya itu.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, 11 anjal tersebut dibawa ke tempat penampungan atau shelter. Mereka didata dan dibina agar tak kembali ke jalanan.

“Kita lakukan pembinaan, untuk warga domisili kota agar dijemput orang tua. Tapi untuk warga kabupaten kita koordinasikan agar baru dikembalikan sesuai wilayah,” ujar Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Dinsos Kota Probolinggo, Titik Sulistyowati.

Namun diketahui beberapa anjal tersebut mengaku tak punya alamat. Alhasil, untuk sementara harus menunggu keluarga sambil menmapto shelter untuk dilakukan pembinaan.

RENCANA STRATEGIS1.jpgINDIKATORBANER.jpgRENCANA STRATEGIS.jpglkjip polpp.jpgRENJA 2017.jpgPERJANJIAN KINERJA 2018.jpg

Talk to Us - Offcanvas

Hubungi Kami

Telp  (0335) 420266 (sekertariat)
Telp (0335)  421113  (Pemadam Kebakaran)